bisnis

Bisa berpaspor Mesir asal berinvestasi

Pasal 6 konstitusi Mesir menyatakan kewarganegaraan hanya bisa diberikan kepada orang beribu atau berayahkan orang Mesir.

08 Agustus 2016 10:47

Seorang pengacara Mesir mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan pembahasan di parlemen soal rancangan beleid isinya memberikan kewarganegaraan Mesir kepada para investor, sebuah cara buat menggaet modal asing.

Proposal diajukan pemerintah itu tengah dikaji oleh Komite Saran dan Aduan. Rancangan undang-undang ini berisi mengenai pemberian kewarganegaraan Mesir kepada para investor asing setelah tinggal dan berinvestasi di negara Nil itu lima tahun atau lebih.

Rancangan akta itu memicu perdebatan sengit di kalangan anggota parlemen dan para ahli. Mereka memperdebatkan apakah pemberian kewarganegaraan bagi pemodal asing bisa menjadi solusi atas krisis ekonomi tengah membelit negeri Piramida itu.

Samir Sabri, pengacara mengajukan gugatan ke Pengadilan Konstitusi, bilang rancangan beleid itu melanggar Pasal 6 konstitusi Mesir, menyatakan kewarganegaraan hanya bisa diberikan kepada orang beribu atau berayahkan orang Mesir.

"Rancangan beleid itu juga melanggar pasal 47-50 konstitusi menekankan pentingnya memelihara identitas Mesir karena jika undang-undang ini diberlakukan akan memicu perubahan besar terhadap masyarakat Mesir," kata Sabri. Faktor lainnya membuat rencana beleid ini sulit diterapan adalah masalah keamanan nasional. Sebab, menurut dia, warga negara baru itu juga memiliki semua hak politik, termasuk ikut pemilihan anggota parlemen dan presiden.

Anggota parlemen Sayid Abdil Aal, pemimpin Partai At-Tagamoa, mengatakan rancangan undang-undang itu tidak aman bagi Mesir. "Ini sebuah ancaman terhadap keamanan nasional karena itu juga bakal membuka peluang untuk investor Israel," ujarnya. Dia menambahkan ada banyak cara buat Mesir keluar dari krisis ekonomi, misalnya lewat bantuan dari negara-negara Arab.  

Anggota parlemen Ihab Ghatati menjelaskan perkembangan politik di dunia Arab mengakibatkan banyak warga Irak dan Suriah pindah ke Mesir ingin berinvestasi, namun mereka butuh jaminan bisa tinggal di negara Nil itu secara permanen.

Ahli ekonomi Rida Isa menilai rancangan undang-undang tidak akan menambah sumber pendapatan negara. Dia mengingatkan pemerintah juga pernah menawarkan tanah kepada investor asing, namun kebijakan ini juga tidak berhasi menaikkan devisa.

Namun ahli ekonomi Samih Sidki mencontohkan Malta. Dia bilang Malta memberikan kewarganegaraan kepada orang asing menyimpan deposit 650 ribu euro setahun setelah tinggal di sana. Sudah 200 ribu warga asing menyimpan deposit sebanyak itu, berarti 130 miliar euro telah masuk ke kas Malta.

Namun dia mewanti-wanti bukan sekadar fulus menjadi kriteria bila Mesir ingin menerapkan kebijakan semacam itu. "Orang akan mendapat status kewarganegaraan adalah investor terhormat, dibuktikan lewat investigasi."

Juru bicara kabinet Husam Qawish mengatakan rancangan beleid itu memberikan izin tinggal tetap, bukan kewarganegaraan. Dia menambahkan investor Arab dan asing dibolehkan tinggal di Mesir lima tahun, setelah itu mereka berhak mengajukan kewarganegaraan Mesir. "Negara bisa menyetujui atau menolak permohonan ini sesuai sejumlah syarat akan dijelaskan dalam undang-undang itu," katanya.

Pesawat Etihad Airways, maskapai asal Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, berencana membuka rute penerbangan ke Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pada Maret 2021. (Etihad Airways)

Pandemi Covid-19 sebabkan Etihad rugi Rp 24,3 triliun tahun lalu

Secara keseluruhan sejak 2016, Etihad rugi Rp 104,5 triliun.

Fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada 4 Maret 2021 diserang oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman. (Twitter)

Al-Hutiyun serang fasilitas minyak Aramco di Jeddah

Al-Hutiyun juga menggunakan peluru kendali Quds 2 saat menyerang lokasi serupa November tahun lalu.

Helikopter nirawak jenis VRT 300 buatan VR-Technologies, produsen helikopter dan pesawat nirawak asal Rusia. (vrtech.aero)

UEA beli 50 persen saham perusahaan produsen helikopter asal Rusia

UEA berencana membeli seratus helikopter VRT 300 dan VRT 500 untuk armada kepolisiannya.

Ladang gas Leviathan milik Israel di Laut Mediterania. (Albatross)

Mesir dan Israel sepakat bangun jaringan pipa gas hubungkan kedua negara

Israel mulai menghasilkan gas dari Leviathan pada Desember 2019 dan sejak Januari tahun lalu mengekspor ke Mesir.





comments powered by Disqus