bisnis

Filipina akan cabut larangan kirim pembantu ke UEA

Salah satu hal paling penting dalam kesepakatan antara kedua negara adalah gaji pembantu rumah tangga asal Filipina, baru atau berpeengalaman, tidak boleh kurang dari 1.500 dirham.

16 Agustus 2016 17:41

Pemerintah Filipina dikabarkan akan mencabut larangan pengiriman pembantu rumah tangga ke Uni Emirat Arab (UEA) dalam beberapa hari mendatang.

Mengutip Imarat al-Yaum, Emirates 24/7 melaporkan pencabutan larangan itu diambil setelah model kontrak buat pembantu asal Filipina disetujui Kementerian Dalam Negeri UEA pada Juni 2014.

Seorang pejabat di kantor Konsulat Filipina di Kota Dubai, UEA, bilang pihaknya telah bertemu kantor-kantor rekrutmen pembantu, untuk memberitahu mereka syarat-syarat diperlukan.

Dia menambahkan salah satu hal paling penting dalam kesepakatan antara kedua negara adalah gaji pembantu rumah tangga asal Filipina, baru atau berpengalaman, tidak boleh kurang dari 1.500 dirham. Dia mengatakan tiap perusahaan perekrut mesti memberi ausransi bagi pembantu dari Filipina 36 ribu dirham buat satu masa kontrak.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Parlemen Kuwait sahkan undang-undang buat kurangi jumlah ekspatriat

Undang-undang pengurangan ekspatriat ini akan mengusir sekitar 800 ribu warga India, jumlahnya saat ini 1,45 juta atau 30 persen.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Kampanye boikot oleh Saudi rugikan Turki Rp 292 triliun

Turki juga bakal kehilangan 1,5 juta pelancong Saudi.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA-Israel sepakati 28 kali sepekan penerbangan antara kedua negara

Emirates Airline dan Etihad Airways sudah mengumumkan bakal membuka rute penerbangan Dubai-Tel Aviv dan Abu Dhabi-Tel Aviv.

Bandar Udara Internasional Abu Dhabi di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA-Israel sepakat berlakukan bebas visa

Ini menjadi kesepakatan bebas visa pertama dibuat oleh Israel dengan negara Arab.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Parlemen Kuwait sahkan undang-undang buat kurangi jumlah ekspatriat

Undang-undang pengurangan ekspatriat ini akan mengusir sekitar 800 ribu warga India, jumlahnya saat ini 1,45 juta atau 30 persen.

22 Oktober 2020

TERSOHOR