bisnis

Bank sentral Qatar terbitkan obligasi dan sukuk US$ 1,26 miliar

Penerbitan obligasi selanjutnya bulan depan.

17 Agustus 2016 21:30

Bank sentral Qatar kemarin telah merilis obligasi dan sukuk senilai 4,6 miliar riyal (US$ 1,26 miliar) ke pasar domestik. Itu merupakan penerbitan obligasi domestik pertama tahun ini.

Seorang pejabat bank sentral Qatar mengungkapkan surat utang negara konvensional dijual senilai tiga miliar riyal, meliputi obligasi 1,5 miliar riyal berjangka tiga tahun dengan bunga 2,25 persen, obligasi satu miliar riyal bermasa lima tahun dengan bunga 2,75 persen, obligasi 250 juta riyal berdurasi tujuh tahun dengan bunga 3,25 persen, dan obligasi 250 juta riyal berjangka sepuluh tahun dengan bunga 3,75 persen.

Sebagai tambahan, bank sentral Qatar juga menerbitkan sukuk senilai US$ 1,6 miliar riyal.

"Permintaan (terhadap surat utang negara dan sukuk) bagus dan sebagian besar bank berpartisipasi," kata pejabat menolak ditulis namanya itu. Dia menambahkan penawaran atas obligasi sudah melewati angka 50 juta riyal dan sukuk 2,4 miliar riyal.

Pejabat bank sentral itu bilang ini merupakan pertanda bagus dan menunjukkan likuiditas dalam sistem baik. Dia mengatakan penerbitan obligasi selanjutnya bulan depan, namun dia menolak menjelaskan lebih lanjut.

Qatar ikut mengalami defisit akibat melorotnya harga minyak mentah dunia sejak pertengahan 2014.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi proyeksikan defisit tahun ini sebesar 12 persen

Negara Kabah itu memperkirakan pertumbuhan ekonominya tahun ini akan minus 3,8 persen, lebih optimistis ketimbang taksiran IMF, yakni minus 6,8 persen.

Riyadh, Arab Saudi. (wikimedia commons)

Arab Saudi alami defisit Rp 427 triliun di kuartal kedua 2020

IMF telah memperkirakan negeri Dua Kota Suci ini bakal menderita defisit sampai 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit enam negara Arab Teluk tahun ini bisa tembus Rp 2.648 triliun

Utang pemerintah keenam negara Arab Teluk itu sampai 2023 diperkirakan sebesar Rp 4.559,5 triliun.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.





comments powered by Disqus