bisnis

Mesir bakal terima deposit US$ 2 miliar dari Arab Saudi

Arab Saudi, lewat SDF (Dana Saudi buat Pembangunan), telah memberi pinjaman dana buat pembangunan negara Nil itu sejak 1975.

18 Agustus 2016 19:52

Menteri Kerja Sama Internasional Mesir Sahar Nasr hari ini bilang negaranya bakal menerima deposit US$ 2 miliar dari Arab Saudi.

Namun dia tidak menyebut kapan fulus dari negara Kabah itu bakal tiba. "Kami hanya sudah menandatangani (kesepakatan) dua bulan lalu," kata Nasr.

Dalam lawatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Mesir April lalu, kedua negara meneken paling tidak 15 kesepakatan, termasuk pinjaman buat pembangunan di Semenanjung Sinai dan pemenuhan kebutuhan minyak Mesir, senilai US$ 22 miliar selama lima tahun.

Sebagai balasan, Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi menghadiahi Arab Saudi dua pulau tidak berpenghuni di Teluk Aqabah, yakni Tiran dan Sanafi. Kabinet Mesir menyatakan kedua pulau itu awalnya kepunyaan Arab Saudi, namun kontrolnya diserahkan kepada Mesir pada 1950 karena khawatir dicaplok Israel.

Arab Saudi dan negara Arab Teluk lainnya berkomitmen menggairahkan kembali perekonomian Mesir, anjlok setelah Revolusi 2011 melengserkan Presiden Husni Mubarak.

Data dari Kementerian Kerja Sama Internasional Mesir menyebutkan Arab Saudi, lewat SDF (Dana Saudi buat Pembangunan), telah memberi pinjaman dana buat pembangunan negara Nil itu sejak 1975. Sejumlah proyek penting di Mesir didanai pinjaman dari Arab Saudi adalah pembangunan Terusan Suez, jaringan kereta, dan kanal irigasi di Sinai.

Setelah Revolusi 2011, Arab Saudi menjanjikan hibah bagi perkeonomian Mesir sebesar US$ 3,95 miliar.  

Pompa bensin ADNOC. (Gulf Business)

ADNOC buka pompa bensin pertama di Arab Saudi

Arab Saudi memberikan izin operasi bagi ADNOC April lalu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berlakukan sistem jalan tol mulai 2020

Dubai menjadi satu-satunya wilayah di kawasan Arab Teluk menerapkan sistem jalan tol.

Dermaga kapal tanker Nakilat-Keppel di ladang gas Ras Laffan, Qatar. (arabianoilandgas.com)

Qatar akan keluar dari OPEC pada 1 Januari 2019

Negara Arab supertajir ini ingin berfokus untuk meningkatkan produksi gasnya dari 77 juta ton menjadi seratus juta ton per tahun.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman beli aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel seharga US$ 55 juta

Dalam sebuah pertemuan, perwakilan Israel menolak permintaan Arab Saudi untuk membongkar identitas pengguna sebuah akun Twitter antirezim.





comments powered by Disqus