bisnis

Arab Saudi akan izinkan investor institusi asing beli saham saat IPO

Masuknya modal asing buat memperlancarkan banyak IPO perusahaan besar di Bursa Saudi.

20 Agustus 2016 23:00

Arab Saudi bakal mengizinkan investor institusi asing membeli saham saat IPO (penjualan saham perdana).

CMA (Otoritas Pasar Modal) Arab Saudi mengeluarkan kebijakan itu Kamis lalu. Namun aturan ini baru berlaku awal tahun depan.

Kebijakan ini merupakan upaya negara Kabah itu menggaet modal luar negeri. Sebelumnya CMA hanya membolehkan institusi asing membeli saham langsung ketika IPO kasus per kasus saja, meski mereka bisa berpartisipasi secara tidak langsung lewat perusahaan setempat.

Dalam lima tahun ke depan, beragam perusahaan Arab Saudi bakal diswastanisasi, termasuk Saudi Aramco. Perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia ini dijadwalkan melakukan IPO lima persen sahamnya tahun depan, diperkirakan senilai US$ 2 triliun.

Dengan nilai kapitalisasi cuma US$ 380 miliar, Bursa Saudi terlalu kecil untuk menyarap banyak IPO perusahaan besar. Jadi masuknya modal asing bisa menjadi kunci untuk melancarkan IPO tersebut.

Rumah Sakit Hadassah di Ain Karim, Israel. (oliver fittousi/haaretz)

Rumah sakit ternama di Israel akan buka cabang di Dubai

Hadassah Medical Center adalah rumah sakit terbesar keenam di Israel.

Gambar kartun diyakini banyak orang sebagai sosok Nabi Muhammad dimuat di surat kabar terbitan Tepi Barat, Al-Hayat al-Jadida, Ahad, 1 Februari 2015. (al-hayat al-jadida)

Hina nabi boikot Prancis

Macron menyokong hak Charlie Hebdo mempublikasikan kembali kartun hina nabi setelah tindakan serupa pada 2006, 2011, dan 2012.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Delegasi Sudan dan Israel akan bertemu bahas kerjasama perdagangan dan pertanian

Ahad lalu, pemerintah Sudan telah menerima hibah 67 ribu ton tepung gandum dari Uni Emirat Arab

Restoran McDonald's di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (CNN)

Agar tidak diboikot di Saudi, burger merek Turki diganti jadi label Yunani

Perselisihan Saudi-Turki kian meruncing setelah kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.





comments powered by Disqus