bisnis

UEA tawarkan deposit US$ 1 miliar kepada Mesir

UEA dan Arab Saudi memang sudah menjanjikan dana bantuan US$ 4,5 miliar, namun belum ada yang terwujud.

23 Agustus 2016 06:09

Uni Emirat Arab setuju memberikan deposit US$ 1 miliar kepada Bank Sentral Mesir untuk masa enam tahun, seperti dilansir kantor berita resmi WAM kemarin.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Direktur Jenderal ADFD (Dana Pembangunan Abu Dhabi) Muhammad Saif as-Suwaidi dan Gubernur Bank Sentral Mesir Tarik Amir.

Mesir sebelumnya juga sudah sepakat bakal menerima deposit US$ 2 miliar dari Arab Saudi. Kedua negara Arab Teluk itu memang sudah menjanjikan dana bantuan US$ 4,5 miliar, namun belum ada yang terwujud.

Kairo bulan ini juga meneken perjanjian awal dengan IMF (Dana Moneter Internasional) untuk memperoleh pinjaman US$ 12 miliar, bakal dipakai buat mengurangi defisit dan menyeimbangkan pasar uang. Tapi hal ini masih harus mendapat persetujuan dari direksi IMF.

Perekonomian Mesir melorot setelah Revolusi 2011 menumbangkan Presiden Husni Mubarak. Ketidakstabilan politik dan keamanan telah mengakibatkan investasi asing dan para pelancong lari.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Parlemen Kuwait sahkan undang-undang buat kurangi jumlah ekspatriat

Undang-undang pengurangan ekspatriat ini akan mengusir sekitar 800 ribu warga India, jumlahnya saat ini 1,45 juta atau 30 persen.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Kampanye boikot oleh Saudi rugikan Turki Rp 292 triliun

Turki juga bakal kehilangan 1,5 juta pelancong Saudi.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA-Israel sepakati 28 kali sepekan penerbangan antara kedua negara

Emirates Airline dan Etihad Airways sudah mengumumkan bakal membuka rute penerbangan Dubai-Tel Aviv dan Abu Dhabi-Tel Aviv.

Bandar Udara Internasional Abu Dhabi di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

UEA-Israel sepakat berlakukan bebas visa

Ini menjadi kesepakatan bebas visa pertama dibuat oleh Israel dengan negara Arab.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Parlemen Kuwait sahkan undang-undang buat kurangi jumlah ekspatriat

Undang-undang pengurangan ekspatriat ini akan mengusir sekitar 800 ribu warga India, jumlahnya saat ini 1,45 juta atau 30 persen.

22 Oktober 2020

TERSOHOR