bisnis

Pemerintah akan tagih komitmen investasi kepada raja Saudi

Raja Salman bin Abdul Aziz dijadwalkan berkunjung ke Indonesia Oktober mendatang.

25 Agustus 2016 09:18

Pemerintah berencana menagih komitmen pemerintah Arab Saudi untuk berinvestasi di proyek kilang dan listrik di Indonesia kepada Raja Salman bin Abdul Aziz, dijadwalkan melawat ke Indonesia Oktober mendatang.

Pelaksana tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan bilang pihaknya telah menyiapkan beberapa proyek akan dibahas dalam kunjungan penguasa negara Kabah itu. Pertama, janji investasi pada proyek kilang minyak. "Kami sedang mengejar komitmen. Aramco ini agak lambat prosesnya," katanya kepada wartawan kemarin di kantor Kementerian ESDM, Jakarta. "Malah sekarang yang cepat Rosneft dari Rusia. Jangan hanya omong doang. Kami maunya konkret."

Salah satunya adalah Kilang Cilacap, membutuhkan investasi US$ 5,5 miliar. Persoalannya, Saudi Aramco sebagai mitra strategis PT Pertamina (Persero) untuk mengembangkan kilang tersebut, meminta pengurangan kepemilikan saham dari 45 persen menjadi 30 persen. Usulan itu akan memperberat Pertamina karena harus menyiapkan uang lebih banyak.

Selain Kilang Cilacap, Luhut bakal mengejar komitmen Saudi Aramco untuk menggarap proyek kilang Dumai di Riau dan Balongan di Jawa Barat. Janji ini tertuang dalam perjanjian awal diteken bersama Pertamina pada Desember 2014 dan akan berakhir November 2016. Pertamina saat ini menunggu Aramco untuk membuat kesepakatan lanjutan dalam head of agreement.

Aramco juga belum menyepakati besaran investasi dan jangka waktu proyek, meski berencana merampungkan pada 2022. Padahal pemerintah Indonesia ingin kilang itu selesai satu tahun lebih cepat.

Luhut menduga lambatnya sikap Aramco lantaran keuangan mereka sedang cekak. Dia meminta Pertamina bersiap bila akhirnya Aramco mundur dari kongsi bisnis ini. "Pertamina saja, punya uang kok," ujarnya.

Pertamina memilih menunggu keputusan Aramco hingga September tahun ini. Sampai sekarang, Aramco belum membalas surat Pertamina.   

Komitmen investasi kedua dari Arab Saudi mengenai pembangkit listrik batu bara berkapasitas 2x500 megawatt di Sumatera. Ketiga, penyediaan Avtur. Arab Saudi telah meminta Pertamina nantinya memasok Avtur di Bandar Udara Raja Fahad.

Luhut mengatakan tim pemerintah akan berangkat ke Arab Saudi pekan depan buat finalisasi proyek Avtur itu. "Jangan nanti hanya datang tanda tangan-tanda tangan. Saya tidak mau, harus konkret," tuturnya.

Di tempat sama, Utusan Khusus Presiden Indonesia untuk Timur Tengah dan OKI (Organisasi Konferensi Islam) Alwi Syihab membenarkan Arab Saudi akan menyasar peluang-peluang bisnis di Indonesia, termasuk sektor energi. "Mereka minta berikan kami proyek-proyek sudah matang, nanti mereka di sana akan merundingkan lagi," tuturnya.

Terkait proyek kilang di dalam negeri, menurut Alwi, Arab Saudi belum tentu akan memenuhi komitmennya membangun kilang, misalnya Kilang Bontang . "Kalau istilahnya orang Arab, makannya satu-satu, kalau dua-dua keselek nanti."

Di sisi lain, Luhut, juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, mengatakan kunjungan Raja Arab Saudi itu juga akan membahas pengembangan sektor wisata di Padang, Sumatera Barat. Ketimbang Lombok, negeri Dua Kota Suci itu ternyata sudah memilih berinvestasi di Padang. Pemerintah Sumatera Barat juga telah menyiapkan lahan seribu hektare. "Akan dibangun seperti Maladewa ujar Luhut.

Kilang Balikpapan

Kapasitas lama: 260 ribu barel sehari
Kapasitas baru: 360 ribu barel per hari
Pengembang: PT Pertamina (Persero)
Total biaya: US$ 4,6 miliar
Rencana operasi: 2022

Kilang Cilacap

Kapasitas lama: 348 ribu barel sehari
Kapasitas baru: 370 ribu barel per hari
Pengembang: Pertamina dan Saudi Aramco
Total biaya: US$ 5,5 miliar
Rencana operasi: 2022

Kilang Dumai

Kapasitas lama: 177 ribu barel sehari
Kapasitas baru: 360 ribu barel per hari
Pengembang: Pertamina dan Saudi Aramco (tahap rencana)
Total biaya: US$ 5 miliar
Rencana operasi: 2023

Kilang Balongan

Kapasitas lama: 125 ribu barel sehari
Kapasitas baru: 350 ribu barel per hari
Pengembang: Pertamina dan Saudi Aramco (tahap rencana)
Total biaya: US$ 5 miliar
Rencana operasi: 2023

Sumber: Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero)

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.





comments powered by Disqus