bisnis

Nestapa pekerja Binladin Group asal Indonesia

"Keadaan rekan-rekan makin parah, enam bulan tanpa gaji, tidak dikasih uang makan. Allahu akbar, di sini jadi pemulung karton," kata Sukayat

29 Agustus 2016 21:23

Beginilah nasib para pekerja Indonesia di Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi raksasa di Arab Saudi. Tidak digaji, sulit makan, tanpa fasilitas kesehatan, dan sakit-sakitan.

"Keadaan rekan-rekan makin parah, enam bulan tanpa gaji, tidak dikasih uang makan. Allahu akbar, di sini jadi pemulung karton," kata Sukayat, koordinator pekerja asal Indonesia di Inma, dalam pesan singkat diterima Albalad.co hari ini. "Kami dibikin sengsara. Pemerintah kayaknya nggak merasa salah, kita dilepas kayak binatang."

Inma adalah perusahaan subkontraktor dari Binladin Group di Kota Jeddah. Di sana tadinya ada 61 ekspatriat asal Indonesia, namun dua orang sudah pulang dengan biaya sendiri. Inma mendapat pekerjaan pemasangan alat-alat dalam proyek perluasan Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Jeddah.  

Sukayat menceritakan para pekerja Indonesia di Binladin Group dalam kondisi sangat memprihatinkan. Banyak yang mengalami depresi akibat mencemaskan masa depan mereka serta memikirkan kondisi keluarga di tanah air. Selain belum menerima gaji, paspor mereka ditahan oleh perusahaan.

Beberapa pekerja bahkan sudah kadaluwarsa paspornya dan terpaksa memperpanjang paspor dengan biaya sendiri. Selain itu, izin tinggal (iqamah) mereka juga sudah melebihi batas waktu, sehingga status mereka kini adalah pendatang ilegal. "Banyak pekerja terpaksa berutang sana sini untuk menutupi berbagai kebutuhan hidup," ujar Sukayat.

Dia bilang Jakarta mesti turun langsung menangani sekitar dua ribu warga negara Indonesia bekerja di beragam perusahaan subkontraktor dari Binladin Group. Dia mengaku merasa iri dengan Filipina, Pakistan, dan India mengirim pejabat tingginya ke Arab Saudi buat mengurus pekerja mereka terlunta-lunta. Bahkan Perdana menteri India Narendra Modi juga ikut bicara.

Sejak Juli lalu, pemerintah Filipina sudah mulai memfasilitasi proses pemulangan para pekerja mereka di Binladin Group. Semua biaya pemulangan ditanggung oleh pemerintah. Selain itu, atas instruksi Presiden Rodrigo Durerte, pertengahan bulan ini Filipina mengirim dua pejabat - Menteri Tenaga Kerja Silvestre Bello III dan Kepala Badan Pendidikan Teknis dan Pengembangan Keterampilan (TESDA) Guiling Mamondiong - untuk melanjutkan proses negosiasi dengan pemerintah Saudi dan Binladin Group.

Kunjungan tersebut adalah kunjungan kedua dalam dua bulan terakhir. Bello dan Mamondiong pertama kali datang ke Saudi bulan lalu. Sejak kunjungan pertama mereka, pemerintah Filipina mulai membiayai proses kepulangan para pekerja, melanjutkan negosiasi dengan Binladin Group, dan memberikan uang saku 26 ribu peso bagi setiap pekerja pulang.


Sedihnya lagi, menurut Sukayat, proses kepulangan itu terjadi di depan mata para pekerja Indonesia tinggal satu kamp dengan mereka. "Kami menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa aktifnya pemerintah negara tetangga membela hak warga negara mereka kendati sulitnya proses negosiasi dengan pemerintah Saudi dan Binladin Group," tuturnya.

Pemerintah India juga sudah melakukan proses pendataan terhadap seluruh pekerja mereka terkena dampak keterlambatan pembayaran gaji di Binladin Group.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Istana milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Tangier, Maroko. (Maghreb Daily News)

Puluhan ribu pekerja Binladin Group dikerahkan untuk bangun istana Raja Salman

Pembangunan istana itu selesai 1 Agustus lalu dan sudah digunakan Raja Salman buat liburan musim panas.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Saudi Binladin Group bantah diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi

Sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.





comments powered by Disqus