bisnis

Nusron Wahid akui Binladin Group lepas tangan

"KJRI juga sudah menyampaikan nota diplomatik memiinta bantuan pemerintah Saudi untuk menyelesaikan kasus mereka," tuturnya.

30 Agustus 2016 19:27

Kepala BNP2TKI (Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Nusron Wahid mengakui Saudi Binladin Group terkesan lepas tangan terhadap nasib para pekerja asing belum digaji, termasuk ekspatriat asal Indonesia.

"Perusahaan Binladin Group terkesan lepas angkat tangan dan melimpahkan urusan pekerjanya ke pemerintah Arab saudi (Kementerian Tenaga Kerja)," kata Nusron kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini. "Namun di tataran teknis (Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi) ternyata masih semrawut secara administrasi soal mana yang belum digaji, mana yang belum pulang."

Dia menambahkan akibat kelamaan penanganan, sebagian dari pekerja Indonesia di Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi, bekerja serabutan, seperti menjual pulsa, ikut teman.

Nusron menjelaskan hingga kini jumlah pekerja Indonesia di Binladin Group atau anak perusahaannya belum terima gaji dan belum dipulangkan terdiri dari Inma (65 orang), Vision (30 orang), Metal (30 orang), Sasodeco (60 orang), Orascom (60 orang), dan Abcd Iskan Fouq (50-100 orang di Jeddah dan Makkah).

Dia menegaskan tim gabungan penyelesaian masalah pekerja Indonesia di Binladin Group dipimpin oleh Kementerian Luar Negeri. "Sebab problem utama adalah masalah hilir. Kita satu tim mendukung Kementerian Luar Negeri," ujar Nusron.

Dia menjelaskan sejauh ini pihak KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) di Kota Jeddah telah melakoni beberapa hal buat menangani nasib nahas pekerja Indonesia di Binladin Group. KJRI Jeddah telah mendatangi kantor Binladin Group berkali-kali untuk penyelesaian secara kekeluargaan dan mengadukan perihal tunggakan gaji ke kantor Dinas Tenaga Kerja Jeddah.

"KJRI juga sudah menyampaikan nota diplomatik memiinta bantuan pemerintah Saudi untuk menyelesaikan kasus mereka," tuturnya. Dia menambahkan sembari menunggu proses penuntutan, KJRI Jeddah rutin memberikan bantuan logistik cuma-cuma ke kamp-kamp penampungan pekerja Indonesia di Makkah, Madinah, dan Jeddah.

Sukayat, koordinator koordinator pekerja asal Indonesia di Inma, bercerita para pekerja Indonesia di Binladin Group dalam kondisi sangat memprihatinkan. Banyak yang mengalami depresi akibat mencemaskan masa depan mereka serta memikirkan kondisi keluarga di tanah air. Selain belum menerima gaji, paspor mereka ditahan oleh perusahaan.

Beberapa pekerja bahkan sudah kadaluwarsa paspornya dan terpaksa memperpanjang paspor dengan biaya sendiri. Selain itu, izin tinggal (iqamah) mereka juga sudah melebihi batas waktu, sehingga status mereka kini adalah pendatang ilegal. "Banyak pekerja terpaksa berutang sana sini untuk menutupi berbagai kebutuhan hidup," ujar Sukayat melalui pesan singkat diterima Albalad.co hari ini.   

"Keadaan rekan-rekan makin parah, enam bulan tanpa gaji, tidak dikasih uang makan. Allahu akbar, di sini jadi pemulung karton," kata Sukayat, "Kami dibikin sengsara. Pemerintah kayaknya nggak merasa salah, kita dilepas kayak binatang."   

Hingga berita ini dilansir, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri tidak menjawab panggilan telepon atau membalas pesan.

Istana milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Tangier, Maroko. (Maghreb Daily News)

Puluhan ribu pekerja Binladin Group dikerahkan untuk bangun istana Raja Salman

Pembangunan istana itu selesai 1 Agustus lalu dan sudah digunakan Raja Salman buat liburan musim panas.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Saudi Binladin Group bantah diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi

Sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Arab Saudi ambil alih Saudi Binladin Group

Penangkapan Abu Bakar Bin Ladin merupakan bagian dari upaya untuk merampas perusahaan keluarga tersebut.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR