bisnis

Qatar berlakukan pajak bandar udara mulai hari ini

Besarnya 35 riyal dan berlaku bagi penumpang terbang dari Bandar Udara Hamad, termasuk yang transit.

30 Agustus 2016 21:46

Pemerintah Qatar mulai hari ini menerapkan pajak bandar udara bagi para penumpang pesawat, sebuah kebijakan diambil untuk mencari sumber baru pendapatan negara di tengah defisit anggaran akibat melorotnya harga minyak mentah global.

Tiap penumpang terbang dari Bandar Udara Internasional Hamad di Ibu Kota Doha, termasuk yang transit, dikenakan pajak 35 riyal (US$ 9.61), menurut keterangan tertulis dari pihak bandar udara.

Tarif pajak ini bakal dimasukkan ke dalam tiket setelah 30 Agustus. Pajak ini juga bakal berlaku mulai 1 Desember tahun ini bagi penumpang tiba di Bandar Udara Hamad. "Pajak ini akan dipakai untuk meningkatkan kapasitas bandar udara dan membangun infrastruktur baru," kata pengelola Bandar Udara Hamad.  

Pajak untuk penumpang pesawat hal lazim di seluruh dunia, namun enam negara Arab Teluk - Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman - tidak memberlakukan pajak ini demi keuntungan bisnis dan menjadi pusat penerbangan di kawasan.

Sekitar 1,33 juta penumpang terbang melalui Bandar Udara Hamad Juni lalu.

Uni Emirat Arab awal tahun ini juga memberlakukan pajak serupa di semua bandar udara.

Qatar tahun ini diperkirakan defisit US$ 12,8 miliar, pertama dalam 15 tahun. Negara Arab mungil ini akan mengalami defisit untuk tiga tahun karena anjloknya harga minyak dan gas dunia.

Fathir (kanan) dan Raja berpose di depan lambang Qatar dalam acara National Day of Qatar di Hotel Raffles, Jakarta, 18 Desember 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar diprediksi defisit lebih dari US$ 7 miliar pada 2018

Setelah 15 tahun mengalami surplus, Qatar untuk pertama kali mendapat defisit tahun lalu senilai US$ 12 miliar.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar berencana terbitkan obligasi internasional senilai US$ 9 miliar

Abu Dhabi pekan lalu menjual obligasi senilai US$ 10 miliar, tidak lama setelah Arab Saudi meraup US$ 12,5 miliar dari penerbitan obligasi internasional ketiganya.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Defisit Qatar tahun ini diprediksi US$ 7,8 miliar

Pemerintah akan menyetujui kontrak baru senilai US$ 13 miliar tahun ini, berfokus pada proyek-proyek insfrastruktur, transportasi, dan yang berkaitan dengan persiapan Piala Dunia 2020.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Travel Magma)

Qatar proyeksikan tahun depan defisit US$ 7,8 miliar

Negara penghasil gas terbesar sejagat itu tahun ini memproyeksikan defisit US$ 12,8 miliar, yang pertama dalam 15 tahun terakhir.





comments powered by Disqus