bisnis

Saudi Binladin Group masih tunggak gaji pekerja

Sektor konstruksi di negara Kabah itu terpuruk setelah pemerintah mengetatkan anggaran karena defisit.

07 September 2016 08:15

Hingga kini Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi, masih menunggak pembayaran gaji kepada para pekerjanya.

Sekitar seratus ribu pekeerja Binladin Group, termasuk dari Indonesia, masih menunggu janji manajemen Binladin Group buat melunasi tunggakan gaji mereka Senin lalu. Namun sampai saat ini komitmen itu belum dipenuhi.

Sukayat, koordinator pekerja Indonesia di Inma, perusahaan subkontraktor Binladin Group di Kota Jeddah, bercerita kondisi mereka memilukan: tidak digaji, sulit makan, tanpa fasilitas kesehatan, dan sakit-sakitan.

"Keadaan rekan-rekan makin parah, enam bulan tanpa gaji, tidak dikasih uang makan. Allahu akbar, di sini jadi pemulung kardus," kata Sukayat dalam pesan singkat diterima Albalad.co Senin pekan lalu. "Kami dibikin sengsara. Pemerintah kayaknya nggak merasa salah, kita dilepas kayak binatang."

Situasi memprihatinkan para pekerja Binladin Group dari Indonesia ini menggerakkan hati warga negara Indonesia di Jeddah. Sejumlah warga Indonesia Sabtu pekan lalu menyerahkan bantuan fulus kepada karyawan Inma. Dana bantuan itu diserahkan oleh perwakilan warga Indonesia di Jeddah, Surya Aslim, kepada Sukayat di kamp penampungan mereka.

"Uang itu akhirnya diberikan kepada para pekerja di Inma karena kondisi mereka paling parah dibanding subkontraktor Binladin Group lainnya," kata Surya kepada Albalad.co melalui WhatsApp sehari setelah serah terima bantuan tersebut. "Jumlah uang diserahkan 9.300 riyal untuk dibagi rata."

Nasib serupa juga dialami para pekerja Saudi Oger, perusahaan konstruksi lainnya di Arab Saudi. Manajemen perusahaan juga tidak mampu membayar gaji karyawannya. Sekitar 31 ribu pekerja Saudi Oger sudah melaporkan hal ini ke Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi.

Sektor konstruksi di negara Kabah itu terpuruk setelah pemerintah mengetatkan anggaran karena defisit. Kondisi ini dipengaruhi oleh melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Istana milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Tangier, Maroko. (Maghreb Daily News)

Puluhan ribu pekerja Binladin Group dikerahkan untuk bangun istana Raja Salman

Pembangunan istana itu selesai 1 Agustus lalu dan sudah digunakan Raja Salman buat liburan musim panas.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Saudi Binladin Group bantah diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi

Sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Arab Saudi ambil alih Saudi Binladin Group

Penangkapan Abu Bakar Bin Ladin merupakan bagian dari upaya untuk merampas perusahaan keluarga tersebut.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR