bisnis

Total investasi Qatar di Prancis senilai US$ 22 miliar

Kedua negara memang telah membentuk dana investasi bersama pada 2014 antara Qatar Holding and CDC International Capital.

08 September 2016 20:41

Prancis kini menjadi negara tujuan kedua bagi penanaman modal pemerintah dan swasta dari Qatar. Menteri Negara Urusan Perdagangan Luar Negeri Prancis Matthias Feld bilang investasi Qatar di negara Mode itu saat ini senilai lebih dari US$ 22 miliar.  

Berbicara dalam pertemuan Majelis Investasi ketiga digelar QBA (Asosiasi Pengusaha Qatar dan Kedutaan Besar Prancis di Ibu Kota Doha, Qatar, Feld menjelaskan hubungan baik kedua negara telah meningkat cepat. "Dalam lima tahun terakhir, hubungan dagang kita naik dua kali lipat, 120 perusahaan Prancis sekarang beroperasi di Qatar dan lima ribu warga negara Prancis tinggal di negara Anda," katanya, seperti dilansir Gulf Times.

Kedua negara memang telah membentuk dana investasi bersama pada 2014 antara Qatar Holding and CDC International Capital. Feld mengatakan hubungan kemitraan ini untuk menyalurkan modal ke perusahaan-perusahaan berskala kecil dan menengah.

Qatar Holding adalah perusahaan ekuitas didirikan oleh QIA (Otoritas Investasi Qatar) pada 2006. QIA - dibentuk pada 2005 - pada 2013 memiliki aset manajemen senilai US$ 170 miliar.

Feld menambahkan Qatar juga bisa berperan dalam rencana pemerintah Prancis untuk menggaet seratus juta pelancong asing paling lambat 2020. Prancis tahun lalu kebanjiran 85 juta wisatawan dari luar negeri.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus