bisnis

Indonesia berkomitmen bangun kembali Suriah

PT Wijaya Karya siap membantu program rekonstruksi Suriah.

10 September 2016 08:37

Indonesia melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Wijaya Karya (Tbk) berkomitmen membangun Suriah kembali selepas konflik berkepanjangan. Pemerintah Suriah juga siap memberikan dukungan kemudahan bagi keterlibatan Indonesia itu.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan antara delegasi Wijaya Karya dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Suriah Husain Arnus kemarin di Ibu Kota Damaskus, Suriah.

"Kami mulai mencanangkan program Membangun Kembali Suriah sehabis kehancuran oleh para teroris," kata Arnus. "Kami sangat berharap PT Wijaya Karya dari Indonesia dapat terlibat dalam pembangunan selepas konflik."

Arnus menjelaskan prioritas pemerintah Suriah adalah pembangunan bangunan-bangunan hancur akibat perang, seperti rumah, saluran air, rumah sakit, dan sekolah, seperti dilansir siaran pers KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Damaskus, diterima Albalad.co hari ini.

Menanggapi hal itu, Bimo Prasetyo, Manajer Divisi Operasi Timur Tengah dan Afrika Utara PT Wijaya karya, bilang perusahaannya telah sangat berpengalaman dalam proyek konstruksi cepat pasca bencana, seperti di Aceh setelah dihantam tsunami pada 2004. "Wijaya Karya kini dipercaya banyak negara untuk mengerjakan proyek penting, seperti mal dan jembatan di Malaysia, jalan tol di Myanmar, bandar udara di Thailand, Libya, Timor Leste, dan Dubai," ujarnya.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto, hubungan Indonesia dan Suriah mencapai titik yang sangat baik. "Tinggal bagaimana kalangan bisnis di Indonesia dapat memanfaatkan peluang besar di Suriah telah terbuka lebar, ini menjadi keuntungan ekonomi," tuturnya.

Indonesia termasuk dari sedikit negara mempertahankan misi diplomatiknya dengan kepala perwakilan duta besar di Damaskus.

Pada pertemuan terpisah antara Wijaya karya dan Hamsho Group, perusahaan konstruksi terbesar di Suriah, dijajaki pula tentang kerja sama proyek pembangunan pasca konflik di Suriah, terutama perihal kemampuan lembaga keuangan penjamin dan cara pembayaran, lantara Suriah masih terbelenggu embargo ekonomi.

Hamsho Group tertarik bekerja sama dengan Wijaya Karya untuk merenovasi bandar udara internasional di Damaskus dan pembangunan gedung apartemen hancur.
Hamsho Group merupakan perusahaan induk menguasai bisnis strategis di Suriah, seperti konstruksi, telekomunikasi, dan media.

Makhya Suminar, Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Damaskus, bilang pihaknya siap memfasilitasi pengusaha Indonesia ingin terlibat dalam pembangunan kembali Suriah. "Peluangnya terbuka sangat lebar."

Helikopter nirawak jenis VRT 300 buatan VR-Technologies, produsen helikopter dan pesawat nirawak asal Rusia. (vrtech.aero)

UEA beli 50 persen saham perusahaan produsen helikopter asal Rusia

UEA berencana membeli seratus helikopter VRT 300 dan VRT 500 untuk armada kepolisiannya.

Ladang gas Leviathan milik Israel di Laut Mediterania. (Albatross)

Mesir dan Israel sepakat bangun jaringan pipa gas hubungkan kedua negara

Israel mulai menghasilkan gas dari Leviathan pada Desember 2019 dan sejak Januari tahun lalu mengekspor ke Mesir.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu beepose bareng tamunya Menteri Perminyakan Mesir Tariq al-Mulla (kiri) dan Menteri Energi Israel Yuval Steinitz di Yerusalem, 21 Februari 2021. (Kobi Gideon/GPO)

Pertama sejak 2016, pejabat senior Mesir kunjungi Israel

Lawatan Tariq al-Mulla itu untuk membahas kerjasama energi antara kedua negara.

Pesawat Flydubai, maskapai asal Dubai, Uni Emirat Arab. (Business Traveller)

Sedari normalisasi, nilai perdagangan Dubai-Israel Rp 3,8 triliun

Dua pertiganya adalah ekspor Dubai ke Israel.





comments powered by Disqus