bisnis

Arab Saudi akan hapus subsidi atas tujuh layanan pemerintah

Tarif proteksi terhadap 193 jenis barang impor juga bakal dihapus.

18 September 2016 21:21

Arab Saudi bakal menghapus subsidi atas tujuh layanan pemerintah, seperti dilansir Arab News.

Berlaku mulai 2 Oktober, subsidi 50 persen telah berlangsung bertahun-tahun untuk jasa pelabuhan, biaya pembuatan paspor, ongkos bikin surat izin mengemudi, biaya pengiriman mobil, denda lalu lintas, dan pembaruan izin tinggal bagi pekerja domestik akan dihilangkan. Tarif proteksi terhadap 193 barang impor juga bakal dihapus.

Arab Saudi sudah melakoni pemotongan anggaran negara untuk mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Bulan lalu, kabinet Arab Saudi menyetujui tarif baru bagi layanan pemerintah kota dan menaikkan biaya visa dan denda pelanggaran lalu lintas. Kebijakan ini sebagai jawaban atas rekomendasi Kementerian Keuangan, Ekonomi, dan Perencanaan untuk menggenjot pendapatan negara.

Berdasarkan aturan baru, visa sekali datang ke negara Kabah itu sebesar dua ribu riyal. Namun jamaah baru pertama kali berumrah atau berhaji bebas dari biaya visa.

Untuk visa bolak balik berlaku enam bulan seharga tiga ribu riyal, untuk setahun lima ribu riyal, dan delapan ribu riyal buat visa bolak balik berjangka dua tahun. Sedangkan visa transit seharga 300 riyal.  

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit Arab Saudi turun 60 persen dalam sembilan bulan

Total pendapatan negara diperoleh hingga akhir kuartal ketiga tahun ini sebanyak 663,113 miliar riyal, tumbuh 47 persen ketimbang kuartal serupa tahun lalu.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.





comments powered by Disqus