bisnis

Gaji pembantu di UEA tertinggi di kawasan Teluk

Untuk kategori kota, Dubai memberikan gaji tertinggi bagi pembantu rumah tangga, yaitu US$ 462. Sedangkan Jeddah dan Doha sama-sama US$ 400.

19 September 2016 20:17

Rata-rata gaji per bulan pembantu rumah tangga di Uni Emirat Arab tertinggi di kawasan Arab Teluk, yakni 1.592 dirham (US$ 433), menurut HelperChoice Domestic Worker Salary Survey Middle East 2016.

Sedangkan gaji rata-rata pembantu di Arab Saudi dan Qatar adalah 1.615 riyal (US$ 431) dan 1.571 riyal (US$ 431). Gaji pembantu terendah di kawasan Arab Teluk adalah di Kuwait, yakni 117 dinar (US$ 388).

Gaji ini belum termasuk pengeluaran mesti digelontorkan majikan, yakni biaya agen penyalur, tiket pulang, dan ongkos pengobatan.

Untuk kategori kota, Dubai memberikan gaji tertinggi bagi pembantu rumah tangga, yaitu US$ 462. Sedangkan Jeddah dan Doha sama-sama US$ 400.

Gaji pembantu di Abu Dhabi termasuk yang terendah, yakni US$ 397 sebulan dan di Kuwait City US$ 384.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi alami defisit Rp 160 triliun di kuartal ketiga 2020

Secara keseluruhan, pendapatan Saudi dari bidang di luar minyak meroket hingga 63 persen ketimbang tahun lalu.

Rumah Sakit Hadassah di Ain Karim, Israel. (oliver fittousi/haaretz)

Rumah sakit ternama di Israel akan buka cabang di Dubai

Hadassah Medical Center adalah rumah sakit terbesar keenam di Israel.

Gambar kartun diyakini banyak orang sebagai sosok Nabi Muhammad dimuat di surat kabar terbitan Tepi Barat, Al-Hayat al-Jadida, Ahad, 1 Februari 2015. (al-hayat al-jadida)

Hina nabi boikot Prancis

Macron menyokong hak Charlie Hebdo mempublikasikan kembali kartun hina nabi setelah tindakan serupa pada 2006, 2011, dan 2012.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Delegasi Sudan dan Israel akan bertemu bahas kerjasama perdagangan dan pertanian

Ahad lalu, pemerintah Sudan telah menerima hibah 67 ribu ton tepung gandum dari Uni Emirat Arab





comments powered by Disqus