bisnis

Wakil perdana menteri Yordania akui potensi bisnis di Indonesia amat menggiurkan

Jawad Anani mengajak pebisnis Yordania, Irak, dan Palestina berbisnis di Indonesia.

21 September 2016 09:06

Mari berdagang dan berinvestasi di Indonesia, negara mengagumkan," kata pembuka Jawad Al Anani, Deputi Perdana Menteri bidang Ekonomi sekaligus Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Suplai Yordania, saat memberikan sambutannya di hadapan 90 pebisnis Yordania, Palestina, dan Irak, hadir dalam acara business dinner diadakan oleh KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Amman, Yordania, Senin malam lalu.

Ajakan berbisnis dan berinvestasi ke Indonesia dia lontarkan kepada para tokoh bisnis terkemuka Yordania, ketua asosiasi pengusaha/pedagang, beberapa wali kota, serta ketua asosiasi bisnis dan pengusaha Palestina termasuk Konsul Kehormatan Indonesia untuk Palestina merangkap ketua pengusaha wanita Palestina, serta para pengusaha Irak berbasis di Yordania bukanlah sekadar basa basi. Jawad benar-benar memahami potensi bisnis di Indonesia, seperti tercantum dalam siaran pers KBRI Amman diterima Albalad.co kemarin.

Dia baru saja kembali dari Indonesia bulan lalu setelah melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Joko Widodo. Selama di Jakarta, dia melakoni pertemuan bilateral dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

"Indonesia sangat kaya sumber daya alam dan mineral sehingga peluang investasi terbuka lebar," kata Jawad. "Dengan berinvestasi di Indonesia, keuntungan ekonomi didapat oleh investor sangat besar."

Dia menyebut wisata di Indonesia merupakan salah satu sektor berpotensi sangat besar. Apalagi didukung dengan penerbangan Royal Jordanian tiga kali sepekan ke Indonesia dan dapat ditingkatkan di masa mendatang.

Sebagian dari pengusaha hadir mengaku memperoleh banyak informasi mengenai Indonesia tidak mereka ketahui sebelumnya.

Business Dinner ini dilaksanakan sebagai jembatan untuk memberi keyakinan kepada para pelaku bisnis Yordania, Palestina, dan Irak hadir buat memperluas bisnis mereka dengan mitra-mitra baru dari Indonesia, termasuk mengajak mereka datang ke pameran Trade Expo Indonesia pada 12 – 16 Oktober 2016 dan Indonesia Middle East Update pada 9 - 11 Oktober 2016 di Gorontalo.

Di kesempatan serupa, Duta Besar Indonesia untuk Yordania Teguh Wardoyo bilang hubungan bilateral telah terjalin antara Indonesia dan Yordania masih dapat dikembangkan lebih lanjut. "Sebagai kekuatan ekonomi baru, pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk yang tercepat di Asia. Indonesia juga negara terkuat secara ekonomi di Asia Tenggara," ujarnya.

Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Yordania pada 2012 mencapai US$ 500,32 juta dan merupakan yang tertinggi selama lima tahun, 2011-2015. Hingga Juni tahun ini, nilai perdagangan kedua negara US$ 139 juta.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Perusahaan UEA beli tiga ton emas dari Venezuela

Pembelian itu dilakukan pada 21 Januari lalu.

Mata uang riyal Arab Saudi. (Arab News)

Bank sentral Saudi dan UEA akan bikin mata uang digital bersama

Mata uang digital diberi nama Abir itu rencananya keluar pada kuartal terakhir tahun ini.





comments powered by Disqus