bisnis

Libya mulai ekspor minyak lagi

National Oil Company mengatakan produksi minyak Libya saat ini 450 ribu barel per hari.

22 September 2016 05:40

Libya mulai mengekspor minyak mentahnya lagi, yang pertama sejak 2014. Seorang juru bicara National Oil Corporation, perusahaan minyak kepunyaan pemerintah Libya, bilang ekspor perdana itu berlangsung Selasa malam lalu.

Dia mengungkapkan sebuah kapal tanker mengangkut 670 ribu barel minyak mentah meninggalkan terminal Ras Lanuf, pengiriman pertama dari pelabuhan dibuka kembali setahun setelah diblokade pengunjuk rasa bersenjata.

Ekspor minyak ini merupakan perkembangan positif bagi pemerintahan pusat Libya, terbelah dua antara di Tripoli dan Tobruk, di sebelah timur Libya. Dua rezim ini pernah terlibat pertempuran sengit menggunakan roket dan artileri di Tripoli selama sebulan.

Hingga April lalu, kubu Tobruk meminta otonomi lebih besar atas wilayah timur Libya mereka kuasai, memiliki empat dari lima pelabuhan minyak. Penguasaan oleh pemberontak di Tobruk ini mengakibatkan kapasitas ekspor minyak Libya harusnya 1,25 juta barel sehari turun menjadi setengahnya.

Produksi minyak Libya juga melorot. National Oil Company mengatakan produksi minyak Libya saat ini 450 ribu barel per hari.

Kepal tanker meninggalkan pelabuhan di Ras Lanuf Selasa malam lalu, Gemini Sun, dicarter oleh perusahaan energi asal Austria, OMV, dan berlayar menuju Malta kemarin.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Todays Zaman)

Turki memulai lagi penerbangan kargo dengan Israel

Di hari sama pesawat kargo Israel mendarat di Istanbul, Erdogan mengecam rencana aneksasi wilayah Tepi Barat.

Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Twitter/DXBMediaOffice)

70 persen perusahaan di Dubai terancam tutup gegara dampak Covid-19

Pertumbuhan ekonomi Dubai tahun lalu hanya 1,94 persen, paling rendah sejak krisis keuangan global pada 2008-2009.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Utang Arab Saudi melonjak 1.560 persen sejak Raja Salman berkuasa

Di akhir tahun lalu, utang negara Kabah itu mencapai Rp 2.719 triliun. Padahal sampai 2014, utang Saudi hanya Rp 175 triliun.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi borong saham Boeing, Citigroup, Disney, dan Facebook

PIF telah membeli saham seharga Rp 12,3 triliun di British Petroleum, Rp 10,6 triliun di Boeing, Rp 7,4 triliun di Walt Disney, serta saham senilai Rp 7,8 triliun di Citigroup dan Facebook.





comments powered by Disqus