bisnis

Binladin Group minta penundaan lagi buat lunasi utang 817 juta riyal

Hingga kini, pemerintah Arab Saudi belum melunasi biaya proyek perluasan Masjid Al-Haram dikerjakan oleh Binladin Group sebesar 2,3 miliar riyal.

22 September 2016 06:38

Perusahaan konstruksi raksasa di Arab Saudi, Saudi Binladin Group, meminta penundaan kembali pembayaran utang sebesar 817 juta riyal (US$ 217 juta), dipakai untuk proyek perluasan Masjid Al-Haram di Kota Makkah.

Sejumlah sumber mengetahui hal ini mengungkapkan permintaan penjadwalan kembali pelunasan pinjaman itu lantaran pemerintah Arab Saudi belum membayar tagihan biaya proyek dikerjakan Binladin Group.

Mereka menambahkan ini permintaan perpanjangan waktu kedua oleh Binladin Group atas utang jatuh tempo 15 Juli lalu. Sebelumnya, Binladin Group meminta perpanjangan menjadi 31 Agustus.

Hingga artikel ini dilansir, pihak Binladin Group atau Kementerian Keuangan Arab Saudi belum bisa dimintai komentar.

Sektor konstruksi di negara Kabah itu, termasuk Binladin Group, terpuruk lantaran pemerintah Arab Saudi mengetatkan belanja anggaran, akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Gara-gara hal itu, Binladin Group kesulitan keuangan sehingga menunggak pembayaran gaji puluhan ribu karyawannya. Bahkan perusahaan milik keluarga besar mendiang Usamah Bin Ladin, pendiri Al-Qaidah, itu terpaksa memecat ribuan pekerjanya, termasuk dari Indonesia.

Dua dari sumber-sumber itu mengatakan Binladin Group baru melunasi sebagian kecil dari total pinjaman dengan sistem murabaha itu sebelum Idul Adha lalu.

Sumber-sumber itu mengungkapkan utang sebesar 817 juta riyal itu berasal dari 8-9 kreditor, terutama dari Uni Emirat Arab. Dubai Islamic Bank adalah kreditor utama. Emirates NBD, Noor Bank, dan Ajman Bank juga ikut dalam konsorsium pemberi pinjaman bagi Binladin Group.

Hingga kini, menurut sejumlah sumber tersebut, pemerintah Arab Saudi belum melunasi biaya proyek perluasan Masjid Al-Haram dikerjakan oleh Binladin Group sebesar 2,3 miliar riyal.  

Istana milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Tangier, Maroko. (Maghreb Daily News)

Puluhan ribu pekerja Binladin Group dikerahkan untuk bangun istana Raja Salman

Pembangunan istana itu selesai 1 Agustus lalu dan sudah digunakan Raja Salman buat liburan musim panas.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Saudi Binladin Group bantah diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi

Sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.

Ilusstrasi soal Saudi Binladin Group. (Arab News)

Arab Saudi ambil alih Saudi Binladin Group

Penangkapan Abu Bakar Bin Ladin merupakan bagian dari upaya untuk merampas perusahaan keluarga tersebut.





comments powered by Disqus