bisnis

Arab Saudi lirik Ancol buat bangun taman hiburan di Jeddah

Nilai investasinya sekitar US$ 600 miliar.

26 September 2016 04:10

Kelompok usaha Matajir Group dari Arab Saudi melirik PT Pembangunan Jaya Ancol, perusahaan pembangunan dan pengelola Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta, buat membangun sebuah taman hiburan di Kota Jeddah, Arab Saudi.

Muhammad Hasan, Ketua Komite Bilateral Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia Timur Tengah, menjelaskan rapat pembahasan sudah dua kali digelar soal ketertarikan Matajir Group menggaet Ancol dalam proyek taman hiburan itu. Muhammad Hasan juga ikut dalam rapat itu.

"Matajir berencana membangun taman hiburan di Kota Jeddah," kata Muhammad Hasan kepada Albalad.co melalui telepon pekan lalu. "Nilai investasinya sekitar US$ 600 miliar."

Sejak Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengumumkan Visi 2030, negara Kabah itu mulai membuka diri, terutama di sektor ekonomi. Sebagai bagian dari Visi 2030 itu, Arab Saudi berkomitmen membangun industri hiburan dalam negeri, selama ini dirasa amat kurang. Sebagai contoh, hingga kini bioskop masih diharamkan di Arab Saudi.   

Kantor pusat Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Al-Arabiya)

Cadangan minyak UEA naik jadi 111 miliar barel

UEA adalah negara dengan cadangan minyak terbesar keenam di dunia dan cadangan gas alam terbanyak ketujuh sejagat.

Bursa saham Arab Saudi atau Tadawul. (Mubasher)

Saudi Tadawul Group tetapkan harga sahamnya 105 riyal per lembar untuk IPO

Saudi Tadawul Group berencana menjual 30 persen sahamnya atau sebanyak 36 juta lembar.

Proyek pembangunan Hotel the David Kempinski di Ibu Kota Tel Aviv, Israel dan direncanakan beroperasi pada Februari 2022. (Courtesy)

Tel Aviv kota dengan biaya hidup termahal sejagat

Dalam hal minuman beralkohol dan transportasi, Tel Aviv menjadi kota termahal kedua, kelima untuk layanan kesehatan, dan paling mahal keenam buat pelesir.   

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah. (Iraqi News)

Hizbullah gelontorkan dana subsidi Rp 144 miliar untuk BBM di Libanon

Hizbullah telah mengimpor 30 juta BBM dari Iran.





comments powered by Disqus