bisnis

20 pengusaha Timur Tengah bersedia hadir dalam Middle East Update di Gorontalo

Sebanyak 20 pengusaha sudah menyatakan kesediaannya itu berasal dari Kuwait, Yordania, Mesir, Yaman, dan Suriah.

27 September 2016 03:21

Sejauh ini baru 20 pengusaha asal Timur Tengah menyatakan bersedia menghadiri acara Middle East Update, bakal dilangsungkan di Kota Gorontalo, 9-11 Oktober mendatang.

Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Nurul Aulia bilang 20 pengusaha sudah menyatakan kesediaannya itu berasal dari Kuwait, Yordania, Mesir, Yaman, dan Suriah.

"Kami masih tunggu dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, Oman," kata Nurul Aulia kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp kemarin. "Jumlah terindikasi 27 orang tapi itu belum pasti."

Nurul Aulia menambahkan Middle East Update itu bertujuan menawarkan potensi-potensi investasi dan perdagangan ada di Gorontalo kepada para pengusaha Timur Tengah.   

Hingga berita ini dilansir, gubernur dan sekretaris daerah Provinsi Gorontalo belum bisa dimintai komentar. 

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Pengebom nirawak Al-Hutiyun hantam tangki minyak Aramco di Ras Tanura

Serangan juga menyasar kota Khobar, Dammam, dan Dhahran.

Pesawat Airbus A220 milik EgyptAir, maskapai kepunyaan pemerintah Mesir. (Airbus.com)

Mesir berencana buka penerbangan langsung ke Tel Aviv

Selama beberapa dasawarsa terakhir, rute ke Israel dioperasikan oleh Air Sinai dengan syarat tidak boleh ada bendera Mesir di tubuh pesawat. 

Pesawat Etihad Airways, maskapai asal Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, berencana membuka rute penerbangan ke Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pada Maret 2021. (Etihad Airways)

Pandemi Covid-19 sebabkan Etihad rugi Rp 24,3 triliun tahun lalu

Secara keseluruhan sejak 2016, Etihad rugi Rp 104,5 triliun.

Fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada 4 Maret 2021 diserang oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman. (Twitter)

Al-Hutiyun serang fasilitas minyak Aramco di Jeddah

Al-Hutiyun juga menggunakan peluru kendali Quds 2 saat menyerang lokasi serupa November tahun lalu.





comments powered by Disqus