bisnis

Aramco berencana kucurkan dana investasi US$ 334 miliar hingga 2025

Aramco berencana membangun sebuah kota industri energi, berlokasi di antara Al-Ahsa dan Dammam.

28 September 2016 06:40

Saudi Aramco, perusahaan minyak dan gas raksasa milik pemerintah Arab Saudi, berencana mengucurkan dana investasi US$ 334 miliar hingga 2025, termasuk untuk pembangunan infrastruktur dan proyek-proyek untuk memelihara kapasitas produksi minyak.

Di hadapan peserta sebuah konferensi kemarin di Bahrain, Abdul Aziz al-Abdul Karim, Wakil Presiden Aramco Urusan Pembelian dan Manajemen Rantai Pasokan, bilang dana investasi US$ 334 miliar itu termasuk buat biaya eksplorasi dan pengembangan sumber-sumber tidak konvensional.

"Itu adalah dana investasi buat sepuluh tahun. Itu buat segalanya," kata Abdul Karim. "Anda bicara soal jaringan pipa, tentang pabrik-pabrik besar, mengenai pembangkit-pembangkit listrik, ada banyak investasi. Tentu saja fasilitas industri hilir, apakah itu menyangkut minyak dan gas."

CEO Saudi Aramco Amin Nasir tahun lalu mengatakan pihaknya bakal menggelontorkan anggaran lebih dari US$ 300 miliar selama satu dasawarsa mendatang, dengan target 70 persennya bermuatan lokal.

Abdul karim menambahkan untuk memfokuskan pada rantai suplai lokal, Aramco ingin menciptakan sekitar 500 ribu lapangan kerja langsung dan tidak langsung bagi warga negara Arab Saudi.

Buat mendorong industri lokal dan membikin lapangan kerja, menurut dia, Saudi Aramco berencana membangun sebuah kota industri energi, berlokasi di antara Al-Ahsa dan Dammam. Kemungkinan akan dibangun di Abqaiq.     

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.





comments powered by Disqus