bisnis

Cina gelontorkan US$ 20 miliar buat bangun ibu kota baru Mesir

Proyek ibu kota baru ini diperkirakan menghabiskan anggaran US$ 45 miliar dan selesai pada 2021.

05 Oktober 2016 14:34

Pemerintah Mesir pekan ini telah meneken kesepakatan dengan perusahaan konstruksi milik pemerintah Cina, China Fortune Land Development Company (CFLD), untuk pembangunan tahap kedua ibu kota baru negara Nil itu, diperkirakan menelan dana US$ 20 miliar.

Surat kabar USA Today melaporkan CFLD bakal membiayai pembangunan 14 kantor pemerintah, sebuah kawasan pameran dagang, dan satu pusat konferensi berkapasitas lima ribu tempat duduk, bakal menjadi yang terbesar di Afrika.

Pembangunan ibu kota baru Mesir ini meliputi lahan seluas 57 juta meter persegi, bakal dibangun permukiman, perkantoran, dan semua infrastruktur kunci dibutuhkan sebuah ibu kota.

Pengerjaan yang sudah dilakukan adalah pembangunan di atas tanah seluas 6.993 meter persegi. Proyek pembangunan ibu kota baru negeri Piramida itu diperkirakan menghabiskan anggaran US$ 45 miliar dan selesai pada 2021. Nantinya ibu kota baru ini dihuni lima juta penduduk.

Sesuai perjanjian ditandatangani, CFLD akan memasok dana pembangunan, sedangkan Kementerian Perumahan Mesir menyediakan lahan dan Kementerian Investasi Mesir menjamin semua izin diperlukan.

CFLD akan mengerjakan proyek tahap kedua itu di atas tanah seluas 14 ribu are. Cina juga bakal mengglontorkan US$ 15 miliar dlama bentuk investasi langsung.

Pemerintah Mesir juga mengumumkan tengah dalam pembicaraan dengan Cina soal pembangunan sebuah universitas di ibu kota baru itu.   

Proyek ibu kota baru Mesir berlokasi 45 kilometer sebelah timur Kairo.

Syekh Mansur bin Zayid an-Nahyan, pemilik Manchester City. (Luxatic)

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

Pompa bensin ADNOC. (Gulf Business)

ADNOC buka pompa bensin pertama di Arab Saudi

Arab Saudi memberikan izin operasi bagi ADNOC April lalu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berlakukan sistem jalan tol mulai 2020

Dubai menjadi satu-satunya wilayah di kawasan Arab Teluk menerapkan sistem jalan tol.

Dermaga kapal tanker Nakilat-Keppel di ladang gas Ras Laffan, Qatar. (arabianoilandgas.com)

Qatar akan keluar dari OPEC pada 1 Januari 2019

Negara Arab supertajir ini ingin berfokus untuk meningkatkan produksi gasnya dari 77 juta ton menjadi seratus juta ton per tahun.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR