bisnis

Coca Cola bakal bangun pabrik di Arab Saudi

Berlokasi di Sudair dengan total investasi US$ 100 juta.

06 Oktober 2016 23:02

Coca Cola Rabu lalu bilang berencana membangun pabrik di Sudair City, Arab Saudi. Pabrik itu akan menempati lahan seluas 187 ribu meter persegi dengan total investasi US$ 100 juta.

Pabrik itu bakal menghasilkan minuman ringan dan air minum kemasan. Proyek pembangunan pabrik Coca Cola ini dijadwalkan selesai pada 2019.

Coca Cola mengklaim pabrik baru itu bisa mempekerjakan sekitar 200 warga Saudi. Produsen minuman ringan raksasa asal Amerika Serikat ini menambahkan Sudair City dipilih sebagai lokasi pabrik lantaran dekat dengan Ibu Kota Riyadh dan statusnya sebagai pusat industri di Saudi.

Samir al-Khawasyki, Presiden Divisi Konsumen di Olayan Financing Company and MD of Coca-Cola Bottling Company Saudi Arabia, mengatakan komitmen Coca Cola sejalan dengan Visi Saudi 2030 untuk meningkatkan pertumbuhan sektor ritel sekaligus menyediakan lapangan kerja bagi kaum muda di negara Kabah itu.

"Coca Cola berkomitmen menanamkan modal di Saudi lantaran peluangnya begitu luas dan memiliki konsumen sangat besar," katanya.

Coca Cola mempunyai 26 pabrik di seantero Timur Tengah dan mempekerjakan lebih dari 9.500 orang.

Kantor pusat Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Al-Arabiya)

Cadangan minyak UEA naik jadi 111 miliar barel

UEA adalah negara dengan cadangan minyak terbesar keenam di dunia dan cadangan gas alam terbanyak ketujuh sejagat.

Bursa saham Arab Saudi atau Tadawul. (Mubasher)

Saudi Tadawul Group tetapkan harga sahamnya 105 riyal per lembar untuk IPO

Saudi Tadawul Group berencana menjual 30 persen sahamnya atau sebanyak 36 juta lembar.

Proyek pembangunan Hotel the David Kempinski di Ibu Kota Tel Aviv, Israel dan direncanakan beroperasi pada Februari 2022. (Courtesy)

Tel Aviv kota dengan biaya hidup termahal sejagat

Dalam hal minuman beralkohol dan transportasi, Tel Aviv menjadi kota termahal kedua, kelima untuk layanan kesehatan, dan paling mahal keenam buat pelesir.   

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah. (Iraqi News)

Hizbullah gelontorkan dana subsidi Rp 144 miliar untuk BBM di Libanon

Hizbullah telah mengimpor 30 juta BBM dari Iran.





comments powered by Disqus