bisnis

Defisit Oman naik menjadi US$ 10,4 miliar

Oman sudah menghapus subsidi atas bensin dan solar.

09 Oktober 2016 05:27

Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, pemerintah Oman mengalami defisit anggaran 4,02 riyal Oman (US$ 10,4 miliar). Angka ini dua lipat ketimbang periode serupa tahun lalu.

Defisit itu terjadi lantaran melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. Rencana anggaran pemerintah Oman tahun ini disusun dengan proyeksi harga minyak US$ 45 sebarel.

Oman sudah mengambil kebijakan berani untuk mengatasi defisit tahun lalu sekitar 4,5 miliar riyal. Subsidi atas harga jual bensin dan solar dicabut. Pemerintah juga berencana menghapus subsidi atas listrik dan gas alam cair.

Bank Dunia Agustus lalu bilang subsidi dikeluarkan Oman bakal berkurang hingga 64 persen tahun ini, sebagai upaya buat mengurangi beban anggaran negara.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

Oman tunda penerapan VAT hingga 2019

Oman diprediksi mengalami defisit tahun ini tiga miliar riyal.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (commons.wikimedia.org)

Bahrain dan Oman paling rentan di era rendahnya harga minyak global

IMF pernah memperingatkan Bahrain untuk secara signifikan mengurangi pengeluaran buat mengembalikan stabilitas anggaran dan meningkatkan kepercayaan investor.

Ilustrasi VAT (pajak pertambahan nilai. (Arabian Business)

Oman bisa raup US$ 1 miliar setahun dari VAT

Enam negara anggota GCC berencana berlakukan VAT mulai Januari 2018.





comments powered by Disqus