bisnis

Saudi Aramco hentikan pasokan minyak buat Mesir

Tidak ada penjelasan soal alasan dan sampai kapan pasokan dihentikan.

11 Oktober 2016 16:14

Saudi Aramco awal bulan ini telah memberitahu the Egyptian General Petroleum Company (EGPC), perusahaan minyak milik pemerintah Mesir, pihaknya bakal menghentikan pasokan minyak hasil pengilangan ke Mesir.

"Aramco sudah memberitahu EGPC awal bulan ini soal ketidakmampuannya mengirim pasokan minyak ke Mesir," kata seorang pejabat pemerintah Mesir. Dia menambahkan tidak ada penjelasan sampai kapan pasokan minyak dari negara Kabah itu dihentikan. Juga tidak disebutkan alasan dari penghentian pengiriman.

Para pedagang minyak pekan lalu bilang Mesir bulan ini sudah tidak menerima alokasi bantuan minyak dari Aramco.

EGPC berencana menganggarkan lebih dari US$ 500 juta untuk membeli produk minyak. Mesir juga akan membikin sejumlah tender untuk membeli minyak bagi kebutuhan dalam negeri.     

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.





comments powered by Disqus