bisnis

Shell teken perjanjian awal buat kembali beroperasi di Iran

NPC berencana meningkatkan produksi petrokimia menjadi 160 juta ton setahun dari 60 juta ton pada 2025.

11 Oktober 2016 19:39

Royal Dutch Shell membenarkan telah menandatangani perjanjian awal dengan National Petrochemical Company (NPC), untuk memuluskan jalan kembali beroperasi di Iran.

"Kami bisa membenarkan kami telah menyatakan ketertarikan kami untuk bekerja sama dengan the National Petrochemical Company lewat letter of intent," kata seorang juru bicara Shell.

Kantor berita Shana, kepunyaan Kementerian Perminyakan Iran, melaporkan kesepakatan awal itu diteken di Ibu Kota Teheran, Iran, Ahad lalu. Hans Nijkamp, Wakil Presiden Shell, hadir dalam penandatanganan itu. Dia bilang Shell ingin hadir dalam jangka panjang di Iran.

"Terlalu dini sekarang untuk menentukan waktunya kami untuk masuk," ujar Nijkamp kepada Shana. "Kami sangat senang Iran kembali menjadi bagian dari masyarakat global, tapi situasinya masih rentan."

Wakil Menteri Perminyakan Iran Amir Husain Zamanina menilai kesepakatan awal ini sebagai sebuah langkah sangat penting bagi permulaan Shell terlibat dalam industri petrokimia di negeri Persia itu. "Kami berharap mereka bisa segera beroperasi," tuturnya.

Dia menambahkan Iran berupaya menggaet kontrak kerja sama minyak dan gas senilai US$ 10 miliar tahun ini.  

Bos NPC Marzieh Shahdaei mengatakan kepada Shana, perusahaannya berencana meningkatkan produksi petrokimia menjadi 160 juta ton setahun dari 60 juta ton pada 2025.  

Shell, terpaksa menghentikan perdagangan dengan Iran pada 2010, mulai membeli lagi minyak Iran Juni lalu.

Daftar produk Turki diserukan untuk diboikot di Arab Saudi. (Twitter)

Aktivis Saudi serukan boikot semua produk Turki

Para aktivis Arab Saudi itu menegaskan kampanye boikot produk Turki ini untuk menghukum Erdogan lantaran terlalu mencampuri urusan dalam negeri Saudi.

Menteri Perminyakan Kuwait Bakhit arRasyidi. (Supplied)

Menteri perminyakan Kuwait mundur

Dalam 20 tahun terakhir, Kuwait sudah memiliki 15 menteri perminyakan.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Investor asing bisa miliki saham bank di Kuwait

Namun kalau kepemilikan asing ini lebih dari lima persen, perlu izin dari Bank Sentral Kuwait dan kabinet.

Syekh Mansur bin Zayid an-Nahyan, pemilik Manchester City. (Luxatic)

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Aktivis Saudi serukan boikot semua produk Turki

Para aktivis Arab Saudi itu menegaskan kampanye boikot produk Turki ini untuk menghukum Erdogan lantaran terlalu mencampuri urusan dalam negeri Saudi.

18 Desember 2018

TERSOHOR