bisnis

Pekerja Binladin Group asal Indonesia terima gaji lagi

Tunggakan gaji itu mulai dibayarkan bulan ini, tapi hanya dua bulan saja.

13 Oktober 2016 08:25

Setelah terkatung empat bulan, para pekerja di Inma, perusahaan subkontraktor dari Saudi Binladin Group, akhirnya menerima gaji lagi mulai bulan ini.

"Untuk pekerja memutuskan berhenti mendapatkan dua bulan gaji," kata Sukayat, koordinator pekerja Indonesia di Inma Binladin Group (Jeddah), kepada Albalad.co melalui pesan singkat kemarin. "Pekerja memutuskan tetap bertahan juga mendapatkan dua bulan gaji."

Binladin Group menunggak pembayaran gaji ribuan karyawannya setelah perusahaan konstruksi raksasa di Arab Saudi ini dililit kesulitan keuangan, akibat kebijakan penghematan anggaran oleh pemerintah Saudi, dilanda defisit sebab melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. Rata-rata pekerja belum menerima gaji 4-6 bulan.

Perusahaan kepunyaan keluarga besar Usamah Bin Ladin, pendiri Al-Qaidah, ini juga sempat dilarang mengikuti tender pemerintah setelah kejadian jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram di Kota Makkah musim haji tahun lalu. Tapi larangan itu telah dicabut tahun ini karena pemerintah sadar hanya Binladin Group mampu mengerjakan proyek-proyek besar milik pemerintah.

Gara-gara masalah keuangan pula, Binladin Group terpaksa berutang. Masalah keuangan juga memaksa Binladin Group memecatkan ribuan pekerja asingnya, termasuk dari Indonesia.     

Sukayat menambahkan para pekerja Indonesia itu sudah mulai bekerja lagi dalam proyek perluasan Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah. Dia bilang pekerja telah berhenti dan sudah terlanjur pulang ke Indonesia, pembayaran gaji mereka diurus dan dibayarkan lewat penerima kuasa.

Total ekspatriat Indonesia masih bekerja di Inma Binladin saat ini 45 orang: 30 di Jeddah dan 15 di Makkah. Rata-rata pekerja Indonesia di Inma bergaji dua hingga tiga ribu riyal sebulan. 

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Istana milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Tangier, Maroko. (Maghreb Daily News)

Puluhan ribu pekerja Binladin Group dikerahkan untuk bangun istana Raja Salman

Pembangunan istana itu selesai 1 Agustus lalu dan sudah digunakan Raja Salman buat liburan musim panas.

Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. (Gulf Business)

Saudi Binladin Group akan kurangi staf dan berganti nama

Pemerintah Saudi sudah menguasai 35 persen saham dan mengambil alih manajemen di Binladin Group.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Saudi Binladin Group bantah diambil alih oleh pemerintah Arab Saudi

Sejumlah pemilik saham sudah menyetujui penyelesaian perkara dengan memberi saham mereka kepada pemerintah.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019

TERSOHOR