bisnis

Pelat nomor mobil seharga hampir US$ 9 juta

Tahun lalu, Raj Sahni pula memenangkan lelang nomor pelat mobil O9 milik Syekh Zayid bin Muhammad bin Rasyid al-Maktum, seharga US$ 6,5 juta.

15 Oktober 2016 13:00

Rekor dunia itu tercipta Sabtu malam pekan lalu di Hotel JW Marriott Marquis di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, dalam acara lelang 80 nomor pelat mobil digelar Otoritas Jalan dan Transportasi Dubai.

Raj Sahni, Chairman sekaligus CEO RSG Internasional, membeli pelat nomor D5 seharga 33 juta dirham atau setara US$ 8,98 juta, kemudian dipasang di Rolls Royce putih kesayangannya. Dia juga membeli pelat nomor lain senilai US$ 272 ribu.  

Secara numerik, D5 mewakili angka sembilan. Sahni sangat menyukai nomor ini. "Angka sembilan telah memainkan peran besar dalam hidup saya," katanya. Dia menambahkan dia banyak memakai pelat nomor dua angka kalau dijumlahkan menjadi sembilan, seperti 27.

Ini bukan kali pertama Rajni, pengusaha properti berdarah India tapi dilahirkan dan dibesarkan di Kuwait, membeli pelat nomor mobil supermahal. Tahun lalu, dia pula memenangkan lelang nomor pelat mobil O9 milik Syekh Zayid bin Muhammad bin Rasyid al-Maktum, seharga 23,9 juta dirham (US$ 6,5 juta).

Berita pelat nomor D5 dibeli dengan harga hampir US$ 9 juta itu menyebarluas. Sahni juga kebanjirkan kritikan di media sosial. Dia menyerang balik para pengkritiknya.

"Saya tidak ingin mendapat nomor istimewa ini buat ketenaran," ujar Sahni. "Ini hobi saya dan sebagai amal. Saya menikmati."   

Dia sudah banyak beramal tanpa mau diberitakan. Seperti ajaran orang tuanya: tangan kanan memberi, jangan sampai tangan kiri mengetahui.

Tapi kini sudah berbeda. Sahni tidak gampang lagi menyembunyikan kegiatan amalnya. Apalagi dengan D5 telah ditangan. Sahni kian dikenal orang.

Pompa bensin ADNOC. (Gulf Business)

ADNOC buka pompa bensin pertama di Arab Saudi

Arab Saudi memberikan izin operasi bagi ADNOC April lalu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berlakukan sistem jalan tol mulai 2020

Dubai menjadi satu-satunya wilayah di kawasan Arab Teluk menerapkan sistem jalan tol.

Dermaga kapal tanker Nakilat-Keppel di ladang gas Ras Laffan, Qatar. (arabianoilandgas.com)

Qatar akan keluar dari OPEC pada 1 Januari 2019

Negara Arab supertajir ini ingin berfokus untuk meningkatkan produksi gasnya dari 77 juta ton menjadi seratus juta ton per tahun.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman beli aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel seharga US$ 55 juta

Dalam sebuah pertemuan, perwakilan Israel menolak permintaan Arab Saudi untuk membongkar identitas pengguna sebuah akun Twitter antirezim.





comments powered by Disqus