bisnis

Arab Saudi dan SoftBank ingin jadi investor teknologi nomor wahid sejagat

PIF akan mengucurkan US$ 45 miliar dalam pembentukan dana investasi gabungan itu.

16 Oktober 2016 17:05

Arab Saudi dan SoftBank Group asal Jepang bakal membikin sebuah dana investasi teknologi senilai hingga US$ 100 miliar, bisa menjadi salah satu investor swasta terbesar di sektor teknologi.

Langkah itu bagian dari serangkaian inisiatif bisnis diluncurkan Riyadh tahun ini, setelah mengalami defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. Negara Kabah ini menyalurkan cadangan devisanya dalam jumlah besar untuk industri-industri non-minyak.

Juni lalu, PIF (Dana Investasi Pemerintah) milik Arab Saudi menggelontorkan US$ 3,5 miliar di Uber, perusahaan transportasi berbasis teknologi di Amerika Serikat.

SoftBank, raksasa investasi di bidang telekomunikasi dan teknologi beraset US$ 68 miliar, juga mulai meningkatkan investasinya di area baru. SoftBank setuju membeli perusahaan pembuat chip asal Inggris Arm Holdings Juli lalu.

Dalam kerja sama itu, PIF akan mengucurkan hingga US$ 45 miliar dalam lima tahun mendatang, sedangkan SoftBank diperkirakan mengeluarkan sedikitnya US$ 25 miliar.

Lewat keterangan tertulis, SoftBank menyebutkan sejumlah investor besar belum disebutkan identitasnya tengah dalam pembicaraan aktif untuk ikut dalam pembentukan dana investasi teknologi patungan tersebut, sehingga bisa mengumpulkan sampai US$ 100 miliar.

"Dalam satu dasawarsa ke depan, Dana Visi SoftBank bakal menjadi investor terbesar di sektor teknologi," kata Chairman SoftBank Masayoshi Son.

PIF sejatinya sudah dibentuk sejak 1971. Namun lewat Visi Arab Saudi 2030, Wakil Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman berambisi menaikkan jumlah dana PIF dari 160 miliar menjadi sekitar US$ 2 triliun, jika rencana IPO Saudi Aramco dilakukan. Ini nantinya menjadikan PIF sebagai dana investasi negara terbesar di dunia.

Kantor Nasdaq Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Perusahaan UEA beli tiga ton emas dari Venezuela

Pembelian itu dilakukan pada 21 Januari lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

21 Februari 2019

TERSOHOR