bisnis

Arab Saudi terancam bangkrut dalam tiga tahun

Khalid al-Araj menjelaskan sektor publik di Arab Saudi, mempekerjakan 70 persen lebih dari total angkatan kerja, benar-benar tidak produktif dan miskin etos kerja.

24 Oktober 2016 02:25

Dua pejabat senior Arab Saudi memperingatkan negara Kabah ini terancam bangkrut dalam tiga tahun mendatang bila kebijakan pemotongan anggaran tidak dilakukan.

Dalam acara debat di stasiun televisi MBC, Menteri Layanan Sipil Khalid al-Araj menjelaskan pegawai negeri sipil di Arab Saudi rata-rata hanya bekerja sejam sehari. Motivasi mereka untuk bekerja amat rendah.

Dia menambahkan sektor publik di Arab Saudi, mempekerjakan 70 persen lebih dari total angkatan kerja, benar-benar tidak produktif dan miskin etos kerja, seperti dilansir surat kabar the Sunday Times. "Sistem berjalan sangat buruk. Gaji tetap dibayarkan kepada pegawai negeri meski mereka meninggalkan tugas," kata Araj.

Mulai 1 Oktober tahun ini, Arab Saudi memotong gaji pegawai negeri 20 persen. Sejumlah fasilitas bagi anggota Dewan Syura juga dikurangi 15 persen. Kebijakan ini bagian dari upaya pemerintah Arab Saudi mengatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

IMF (Dana Moneter Internasional) memperkirakan tahun lalu Arab Saudi mengalami defisit hampir US$ 100 miliar dan tahun ini diprediksi US$ 87 miliar. Lembaga kreditor internasional ini memproyeksikan defisit anggaran Saudi berlangsung hingga 2020.

Araj menambahkan potongan atas gaji dan fasilitas pegawai negeri memang diperlukan lantaran etos kerja dan produktivitas mereka begitu rendah. "Hal ini secara langsung dan negatif mempengaruhi institusi pemerintah," ujarnya.

Di acara serupa, Wakil Menteri Perekonomian Arab Saudi Muhammad at-Tuwaijri memperingatkan anggaran pemerintah akan sangat terbebani bila sejumlah terobosan berani tidak diambil. "Jika harga minyak tetap turun dan pemerintah Saudi tidak mengambil langkah berani...kebangkrutan tidak bisa dihindari dalam tiga atau empat tahun lagi," tuturnya.

Riyadh memang sudah mencabut subsidi atas listrik, air, dan bahan bakar kendaraan bermotor. Bersama lima negara Arab Teluk lainnya, Arab Saudi berencana memberlakukan VAT (pajak pertambahan nilai) mulai awal 2018.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit Arab Saudi turun 60 persen dalam sembilan bulan

Total pendapatan negara diperoleh hingga akhir kuartal ketiga tahun ini sebanyak 663,113 miliar riyal, tumbuh 47 persen ketimbang kuartal serupa tahun lalu.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi diprediksi alami defisit 4,6 persen dari PDB

Secara empat tahun belakangan, 2015-2018, Arab Saudi mengalami defisit US$ 260 miliar.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi perlu harga minyak US$ 85 sebarel agar tidak defisit

Riyadh berencana menghilangkan defisit anggaran paling lambat 2023.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR