bisnis

Wakil menteri ekonomi Saudi menyesal gunakan istilah bangkrut

Menurut Tuwaijri, pernyataan itu merupakan sebuah penilaian keliru.

26 Oktober 2016 10:38

Wakil Menteri Perekonomian Arab Saudi Muhammad at-Tuwaijri pekan lalu memicu kehebohan setelah menyatakan negara Kabah itu akan bangkrut dalam tiga tahun mendatang, namun dia telah mengoreksi ucapannya.

Dalam acara debat di stasiun televisi MBC, Tuwaijri memperingatkan anggaran pemerintah akan sangat terbebani bila sejumlah terobosan berani tidak diambil. "Jika harga minyak tetap turun dan pemerintah Saudi tidak mengambil langkah berani...kebangkrutan tidak bisa dihindari dalam tiga atau empat tahun lagi," tuturnya.

Menurut Tuwaijri, pernyataan itu merupakan sebuah penilaian keliru. "Bukan berarti kita memiliki masalah ekonomi secara struktural," ujarnya.

Arab Saudi telah meluncurkan Visi 2030 untuk mengurangi ketergantungan pendapatan negara dari sektor minyak. Salah satunya lewat privatisasi, termasuk rencana IPO (penjualan saham perdana) Saudi Aramco sebesar lima persen.   

Riyadh memang sudah mencabut subsidi atas listrik, air, dan bahan bakar kendaraan bermotor. Bersama lima negara Arab Teluk lainnya, Arab Saudi berencana memberlakukan VAT (pajak pertambahan nilai) mulai awal 2018.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus