bisnis

IMF dukung reformasi ekonomi Arab Saudi

Posisi keuangan Arab Saudi masih kuat meski harga minyak melorot.

28 Oktober 2016 05:42

Direktur Pelaksana IMF (Dana Moneter Internasional) Cristine Lagarde Rabu lalu menyambut baik beragam kebijakan telah diambil pemerintah Arab Saudi buat mengurangi ketergantungan pendapatan negara dari sektor minyak dan untuk meningkatkan lapangan kerja.

Lagarde bilang negara Kabah itu telah melakukan perombakan besar dalam kebijakannya buat mengatasi melorotnya harga minyak mentah global, berlangsung sejak pertengahan 2014. "Visi 2030 dan Program Transformasi Nasional berisi kebijakan ambisius untuk mengurangi ketergantungan atas minyak, meningkatkan pertumbuhan sektor non-minyak, dan menaikkan kesempatan kerja. Kami sangat senang dengan perubahan ini," katanya lewat keterangan tertulis diunggah di situs resmi IMF.

Dia menambahkan usaha ini perlu dilanjutkan di jangka menengah dengan menaikkan harga energi, masih rendah dibanding standar internasional, dan meningkatkan pendapatan dari sektor non-minyak, termasuk rencana enam negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) memberlakukan VAT (pajak pertambahan nilai).

Selama lawatannya di Arab Saudi, Lagarde melakukan pertemuan dengan Raja Salman bin Abdul Aziz, Menteri Keuangan Ibrahim al-Assaf, dan Gubernur SAMA (Badan Moneter Arab Saudi) Ahmad al-Khulaifi. Dia juga menghadiri pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral GCC digelar di Ibu Kota Riyadh.

"Reformasi dilakukan negara-negara GCC setahun terakhir untuk mengatasi rendahnya harga minyak sangat mengesankan," ujarnya.

Dalam sebuah seminar soal stabilitas keuangan digelar SAMA dan Otoritas Pasar Modal Arab Saudi Selasa lalu di Riyadh, Ibrahim al-Assaf menegaskan posisi keuangan Arab Saudi tetap kuat meski harga emas hitam dunia anjlok. "Kami masih mampu mempertahankan keuangan pemerintah dan cadangan devisa dalam kondisi bagus," tuturnya.

Kantor Nasdaq Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Arab Saudi salurkan bantuan uang tunai bagi warga miskin mulai hari ini

Penyaluran bantuan tahap pertama ini ditujukan bagi 82 persen dari total penerima. Untuk tahap kedua bakal dimulai pada 10 Januari 2018.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

21 Februari 2019

TERSOHOR