bisnis

Emir Qatar serukan rakyatnya berhenti bergaya hidup boros

Rakyat Qatar, sebagian besar bekerja sebagai pegawai negeri, selama ini memang dimanjakan oleh negara.

03 November 2016 17:32

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani menyerukan kepada sekitar 300 ribu warga negaranya untuk berhenti bergaya hidup boros dan serba mewah. Seruan ini terkait kian beratnya beban anggaran pemerintah lantaran melorotnya harga minyak mentah sejak pertengahan 2014.

Dia berharap rakyat Qatar mulai mengembangkan budaya perencanaan, kerja, dan prestasi. "Ada sejumlah tantangan harus kita tangani, terkait semangat dan nilai hidup kaum muda, serta dampak dari budaya konsumtif terhadap semangat dan nilai hidup," kata Syekh Tamim saat berpidato di depan anggota Dewan Syura Selasa lalu, seperti dilansir Qatar News Agency.

Rakyat Qatar, sebagian besar bekerja sebagai pegawai negeri, selama ini memang dimanjakan oleh negara. Meski bergaji selangit, mereka mendapat layanan kesehatan dan pendidikan gratis. Harga bahan bakar kendaraan bermotor, tarif listrik dan air, juga kelewat enteng.

Namun seiring defisit dialami Qatar tahun ini, pertama dalam 15 tahun terakhir, Syekh Tamim melakukan sejumlah reformasi ekonomi, termasuk melakukan privatisasi di sektor kesehatan dan pendidikan. Dalam Strategi Pembangunan Nasional Tahap Kedua 2017-2022 itu juga akan ada penyesuaian tarif beragam layanan pemerintah, sebagai salah satu cara untuk menghapus kebiasaan hidup boros.

Fathir (kanan) dan Raja berpose di depan lambang Qatar dalam acara National Day of Qatar di Hotel Raffles, Jakarta, 18 Desember 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar diprediksi defisit lebih dari US$ 7 miliar pada 2018

Setelah 15 tahun mengalami surplus, Qatar untuk pertama kali mendapat defisit tahun lalu senilai US$ 12 miliar.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar berencana terbitkan obligasi internasional senilai US$ 9 miliar

Abu Dhabi pekan lalu menjual obligasi senilai US$ 10 miliar, tidak lama setelah Arab Saudi meraup US$ 12,5 miliar dari penerbitan obligasi internasional ketiganya.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Defisit Qatar tahun ini diprediksi US$ 7,8 miliar

Pemerintah akan menyetujui kontrak baru senilai US$ 13 miliar tahun ini, berfokus pada proyek-proyek insfrastruktur, transportasi, dan yang berkaitan dengan persiapan Piala Dunia 2020.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Travel Magma)

Qatar proyeksikan tahun depan defisit US$ 7,8 miliar

Negara penghasil gas terbesar sejagat itu tahun ini memproyeksikan defisit US$ 12,8 miliar, yang pertama dalam 15 tahun terakhir.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR