bisnis

Total teken kontrak kelola blok gas di Iran

Nilainya US$ 4,8 miliar untuk pembangunan tahap kesebelas lapangan gas South Pars.

09 November 2016 18:38

Iran kemarin menandatangani perjanjian senilai US$ 4,8 miliar untuk pembangunan tahap kesebelas lapangan gas South Pars dengan Prancis dan Cina, seperti dilansir kantor berita Shana.

Kesepakatan itu dalam bentuk sebuah heads of agreement berdasarkan sistem kontrak minyak versi baru dirilis Iran, dikenal dengan sebutan IPC (Kontrak Minyak Iran). Perjanjian ini diteken antara National Iranian Oil Company (NIOC) dengan sebuah konsorsium meliputi Total, China National Petroleum Crporation (CNPC), dan Petropars, anak usaha NIOC.

Dalam penandatanganan itu, NIOC diwakili Direktur Pelaksana Ali Kardor, Stephane Michel, Presiden Total Divisi Timur Tengah, Eksplorasi, dan Produksi, direktur Timur Tengah CNPC, dan Direktur Pelaksana Petropars Hamid Akbari.

"Kontrak final akan ditandatangani awal 2017," kata Muhammad Meshkinfam, Direktur Pelaksana Pars Oil and Gas Company (POGC), berwenang atas pelaksanaan pembangunan lapangan gas South Pars.

Dengan kesepakatan ini, Total menjadi perusahaan Barat pertama mendapat proyek energi di Iran, setelah sanksi ekonomi atas negara Mullah itu dicabut Januari lalu.  

Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh, hadir dalam acara itu, berharap masyarakat internasional tidak segan berinvestasi di Iran.

Proyek tahap kesebelas dari blok gas South Pars ini ditargetkan berkapasitas produksi 1,8 miliar kaki kubik gas sehari atau setara 370 ribu barel minyak per hari. Gas dihasilkan akan dipasok ke jaringan gas Iran.

Blok gas South Pars di Teluk Persia terbagi dua, satu masuk wilayah Iran dan sisanya menjadi kedaulatan Qatar. Lapangan gas South Pars ini memiliki cadangan sekitar 14 ribu miliar meter kubik gas atau delapan persen dari total cadangan gas dunia.

Kantor Nasdaq Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Perusahaan UEA beli tiga ton emas dari Venezuela

Pembelian itu dilakukan pada 21 Januari lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

21 Februari 2019

TERSOHOR