bisnis

Setelah harga minyak jatuh, Arab Saudi berutang miliaran dolar kepada swasta

Pemerintah menyatakan bakal melunasi semua tunggakan paling lambat bulan depan.

11 November 2016 17:33

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan mengakui pemerintah berutang miliaran dolar Amerika Serikat kepada perusahaan-perusahaan konstruksi swasta sehabis harga minyak mentah global melorot.

Situasi pelik ini memaksa puluhan ribu karyawan Saudi Binladin Group dan Saudi Oger berbulan-bulan tidak menerima gaji.

"Saya tidak ingat berapa angka pastinya tapi miliaran dolar," kata Al-Jadaan, diangkat pada 1 November lalu menggantikan Ibrahim al-Assaf, kepada wartawan kemarin. "Kementerian Keuangan sekarang saban hari berusaha melunasi ribuan tunggakan."

Dewan Pembangunan dan Kebijakan Ekonomi Arab Saudi, dikepalai oleh Wakil Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, Senin lalu menyatakan pemerintah bakal melunasi semua utang kepada perusahaan-perusahaan swasta itu paling lambat bulan depan. "Pembayaran tertunda karena harga minyak anjlok drastis dan pemerintah sudah mengambil kebijakan untuk mengurangi belanja atas sejumlah proyek."  
Melorotnya harga emas hitam dunia itu juga mengakibatkan negara pengekspor minyak terbesar sejagat ini mengalami defisit sejak tahun lalu. Negara Kabah itu tahun ini diperkirakan dililit defisit US$ 87 miliar.

IMF (Dana Moneter Internasional) memang sudah memprediksi Arab Saudi bakal mengalami defisit lima tahun hingga 2020.

Pemerintah mengambil sejumlah langkah berani buat menangani defisit, termasuk mencabut subsidi dan memotong gaji para menteri.   

Awal bulan lalu, Binladin Group menyebutkan pihaknya sudah menerima sebagian pembayaran tagihan dari pemerintah, kemudian dipakai buat melunasi tunggakan gaji karyawannya.

Sedangkan ribuan pekerja perusahaan konstruksi Saudi Oger, kepunyaan Perdana Menteri Libanon Saad Hariri, sudah berbulan-bulan belum gajian.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit Arab Saudi turun 60 persen dalam sembilan bulan

Total pendapatan negara diperoleh hingga akhir kuartal ketiga tahun ini sebanyak 663,113 miliar riyal, tumbuh 47 persen ketimbang kuartal serupa tahun lalu.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi diprediksi alami defisit 4,6 persen dari PDB

Secara empat tahun belakangan, 2015-2018, Arab Saudi mengalami defisit US$ 260 miliar.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi perlu harga minyak US$ 85 sebarel agar tidak defisit

Riyadh berencana menghilangkan defisit anggaran paling lambat 2023.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR