bisnis

IMF setujui pinjaman US$ 12 miliar bagi Mesir

Dewan Eksekutif IMF menyebutkan bakal segera mencairkan US$ 2,75 miliar dari total pinjaman.

12 November 2016 10:02

IMF (Dana Moneter Internasional) kemarin menyetujui pinjaman US$ 12 miliar bagi Mesir untuk membantu mengatasi krisis ekonomi melanda negara Nil itu.

Dewan Eksekutif IMF menyebutkan bakal segera mencairkan US$ 2,75 miliar, sedangkan sisanya akan bergantung pada perkembangan ekonomi Mesir dan keberhasilan pelaksanaan program disetujui kedua pihak.

"Program itu akan membantu Mesir memperbaiki stabilitas makroekonomi dan memajukan pertumbuhan ekonomi," kata Dewan Eksekutif IMF lewat keterangan tertulis. Bantuan US$ 12 miliar itu bakal digunakan untuk mengurangi defisit, membayar utang pemerintah, menggenjot pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja.

Kairo telah mengambil kebijakan penting seperti diminta IMF sebagai syarat mendapat pinjaman, termasuk memotong subsidi dan devaluasi mata uang pound Mesir.

Sejak revolusi 2011, perekonomian Mesir anjlok lantaran situasi keamanan tidak menentu. Kondisi itu membikin pelancong dan investasi asing langsung angkat kaki dari negeri Piramida ini.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Perusahaan UEA beli tiga ton emas dari Venezuela

Pembelian itu dilakukan pada 21 Januari lalu.

Mata uang riyal Arab Saudi. (Arab News)

Bank sentral Saudi dan UEA akan bikin mata uang digital bersama

Mata uang digital diberi nama Abir itu rencananya keluar pada kuartal terakhir tahun ini.





comments powered by Disqus