bisnis

Indonesia minta Arab Saudi tinjau visa berbayar buat umrah dan haji

Tadinya visa buat berumrah dan berhaji gratis.

18 November 2016 12:34

Indonesia meminta Arab Saudi meninjau kembali kebijakan memberlakukan visa berbayar bagi jamaah ingin berumrah atau berhaji untuk kedua kali dan seterusnya.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Retno Marsudi saat bertemu Menteri Negara Urusan Luar Negeri Arab Saudi Nizar bin Ubaid Madani. Pertemuan itu berlangsung di sela konferensi darurat para menteri luar negeri OKI (Organisasi Konferensi Islam), dilangsungkan kemarin di Kota Makkah, Arab Saudi.

Namun tidak dijelaskan apakah Retno meminta kebijakan visa berbayar itu dihapus atau dikurangi besarannya. Tadinya visa buat berumrah dan berhaji gratis.

"Dalam pertemuan, Menteri Luar Negeri Retno meminta pemerintah Arab Saudi untuk meninjau kembali kebijakan mengenai biaya visa untuk umrah kedua dan berikutnya," demikian disebutkan dalam akun Twitter Kementerian Luar Negeri kemarin. Retno juga menekankan pentingnya hubungan erat kedua negara.

Arab Saudi telah memberlakukan visa dua ribu riyal bagi jamaah melaksanakan umrah dan haji untuk kali kedua dan berikutnya. Kebijakan ini sebagai bagian untuk mencari sumber pendapatan negara di luar sektor minyak dan gas, harganya telah melorot sejak pertengahan 2014.

Akibat jatuhnya harga minyak global, Arab Saudi mengalami defisit, tahun ini diperkirakan US$ 87 miliar. IMF (Dana Moneter Internasional) telah memprediksi negara Kabah itu dibekap defisit sejak 2015 hingga 2020.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus