bisnis

Menteri energi Saudi desak OPEC kurangi produksi jadi 32,5 juta barel sehari

Menurut Falih, kebijakan itu bisa menguntungkan produsen dan konsumen.

18 November 2016 21:09

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih kemarin bilang OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) seharusnya mengurangi jumlah produksi menjadi 32,5 juta barel sehari. Kebijakan ini diperlukan buat mengerek harga minyak mentah global telah melorot sejak pertengahan 2014.

Falih yakin OPEC bakal memformalisasi kesepakatan awal dicapai dalam pertemuan di Aljazair September lalu. "Saya masih optimistis konsensus dicapai di Aljazair untuk menentukan batas produksi akan dilaksanakan," katanya kepada Al-Arabiya. "Insya Allah, batas pengurangan produksi tiap negara anggota akan ditetapkan secara adil dan jujur."

Semua negara anggota OPEC dalam pertemuan September lalu sepakat untuk membatasi pasokan dengan pengecualian terhadap Libya, Nigeria, dan Iran, produksi minyak mereka anjlok akibat perang dan sanksi. Rancangan pengurangan produksi minyak OPEC akan difinalisasi dalam pertemuan di Ibu Kota Wina, Austria, 30 November mendatang.

"Mencapai keputusan untuk mengurangi produksi menjadi US$ 32,5 juta barel per hari akan mempercepat pemulihan pasar serta menguntungkan produsen dan konsumen," ujar Falih.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Arab Saudi kurangi ekspor minyak 500 ribu barel bulan depan

Belum ada konsensus untuk mengurangi produksi minyak tahun depan.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arab News)

OPEC dan produsen non-OPEC setuju untuk tidak naikkan produksi minyak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka meminta OPEC membantu menurunkan harga minyak mentah global dengan mengurangi produksi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi perlu harga minyak US$ 85 sebarel agar tidak defisit

Riyadh berencana menghilangkan defisit anggaran paling lambat 2023.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019

TERSOHOR