bisnis

Arab Saudi berminat investasi di sektor pertanian dan wisata di Indonesia

Saudi mengincar investasi wisata di Sumatera Barat dan Lombok.

22 November 2016 13:25

Fachry Thaib, Ketua Komite Tetap Timur Tengah Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia, mengungkapkan Arab Saudi sangat berminat menanamkan modal di sektor pertanian dan wisata di Indonesia, selain meningkatkan perdagangan antara kedua negara.

Hal itu menjadi pembahasan dalam pertemuan hari ini antara Komite Tetap Timur Tengah Kadin Indonesia dengan Aiman Mirdad, Konsul Ekonomi Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta.   

Fachry menjelaskan Arab Saudi selama ini mengimpor produk pertanian dari Cina. "Kita mau coba angkat pertanian. Masak, kita nggak bisa?" katanya saat ditemui di kantornya hari ini usai bertemu Mirdad. "Kita sediakan lahan dan hasilnya kita suplai ke mereka."

Untuk bidang wisata, menurut dia, negara Kabah itu kesengsem buat berinvestasi di Sumatera Barat dan Lombok (Nusa Tenggara Barat). Dia memastikan investasi di sektor wisata ini akan sangat besar nilainya. "Karena yang mereka akan bangun kompleks wisata," ujar Fachry.

Muhammad Bawazir, anggota Komite Tetap Timur Tengah Kadin Indonesia, menambahkan Duta Besar Arab Saudi buat Indonesia Usamah Muhammad asy-Syuaibi sangat menganjurkan untuk meningkatkan hubungan investasi dengan Indonesia. "Kalau perlu nggak usah menunggu kunjungan raja (Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz)," tuturnya.

Ketua Dewan Bisnis Indonesia-Arab Saudi Muhammad Hasan menegaskan pertemuan dengan Aiman Mirdad merupakan kelanjutan dari pertemuan Fachry Thaib dengan Syuaibi, untuk merealisasikan sekaligus meningkatkan hubungan dagang dan investasi kedua negara.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Aramco tunda pelaksanaan IPO

Tadinya dijadwalkan pada 20 Oktober di Tadawul.

Fasilitas milik Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

IPO Aramco hanya akan lepas dua persen saham

Diperkirakan bisa meraup dana Rp 567,5 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Saudi paksa keluarga supertajir beli saham Aramco saat IPO

Pangeran Al-Walid bin Talal termasuk yang ditekan untuk membeli saham Aramco.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir (tengah dan berkemeja batik biru) berpose bareng Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik usai pertemuan di Jakarta, 7 Juli 2017. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Arab Saudi rugi Rp 28 triliun karena Aramco diserang

Insiden itu mengakibatkan produksi minyak 5,7 juta barel sehari terhenti. An





comments powered by Disqus