bisnis

Raja Salman alokasikan US$ 26 miliar buat Dana Investasi Negara

Keputusan Raja Salman itu keluar saat cadangan devisa di bank sentral Arab Saudi anjlok hingga US$ 10,8 miliar dari bulan sebelumnya menjadi US$ 535,9 miliar bulan lalu.

01 Desember 2016 05:40

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz telah memerintahkan untuk mengalokasikan 100 miliar riyal (US$ 26,6 miliar) ke dalam PIF (Dana Investasi Negara), seperti dilansir kantor berita resmi Saudi Press Agency.

PIF bakal dipakai untuk menanam modal di sejumlah perusahaan menjanjikan baik di pasar domestik atau internasional.

Sesuai reformasi ekonomi tertuang dalam Visi 2030 dilansir tahun ini, pemerintah Arab Saudi akan menambah jumlah anggaran dalam PIF, dibentuk pada 1971 untuk membiayai proyek-proyek pembangunan, dari US$ 160 miliar menjadi US$ 2 triliun dan buat meningkatkan investasi di luar negeri.

Keputusan Raja Salman itu keluar saat cadangan devisa di bank sentral Arab Saudi anjlok hingga US$ 10,8 miliar dari bulan sebelumnya menjadi US$ 535,9 miliar bulan lalu.

Cadangan devisa Arab Saudi pernah membukukan rekor US$ 737 miliar pada Agustus 2014 sebelum melorot seiring jatuhnya harga minyak mentah global.

PIF Senin lalu bilang akan membeli 50 persen saham Adeptio, perusahaan investasi milik konglomerat asal Uni Emirat Arab Muhammad Alabbar yang menguasai Kuwait Food Corporation (Americana).

Istana milik Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz di Tangier, Maroko. (Maghreb Daily News)

Puluhan ribu pekerja Binladin Group dikerahkan untuk bangun istana Raja Salman

Pembangunan istana itu selesai 1 Agustus lalu dan sudah digunakan Raja Salman buat liburan musim panas.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Saudi Gazette)

Pegawai negeri dan tentara Saudi dapat hibah seribu riyal buat atasi beban hidup

Raja Salman juga memutuskan memberi bonus lima ribu riyal kepada semua tentara bertugas di perbatasan Yaman.

Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas keberangkatan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Brunei Darussalam di Bandar Udara Halim Perdana kusuma, Jakarta, 4 Maret 2017. (TMW)

Raja Salman hidupkan lagi tunjangan dan bonus bagi pegawai negeri

Pembayarannya diakumulasi dan berlaku surut.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Presiden kecewa dengan lawatan Raja Salman karena investasi diberikan Saudi kecil

Joko Widodo kecewa karena Indonesia mendapat investasi 89 triliun, sedangkan Cina sekitar Rp 870 triliun. Dia bilang akan menelepon Raja Salman dan putranya untuk meminta tambahan investasi Saudi di Indonesia.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Aktivis Saudi serukan boikot semua produk Turki

Para aktivis Arab Saudi itu menegaskan kampanye boikot produk Turki ini untuk menghukum Erdogan lantaran terlalu mencampuri urusan dalam negeri Saudi.

18 Desember 2018

TERSOHOR