bisnis

OPEC sepakati pengurangan produksi minyak

Kesepakatan ini berlaku mulai Januari 2017.

01 Desember 2016 09:13

Dalam pertemuan di Ibu Kota Wina, Austria, OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) kemarin menyetujui pengurangan total produksi, yang pertama sejak 2008. Keputusan ini tercapai setelah Arab Saudi, eksportir minyak terbesar sejagat, menyepakati usulan itu dan bersedia membiarkan Iran tidak ikut dalam kesepakatan.

Keputusan ini sesuai kesepakatan dicapai dalam pertemuan di Aljazair September lalu, yakni OPEC akan mengurangi produksi hingga sekitar 1,2 juta barel sehari, dari 33,6 juta barel menjadi 32,5 juta barel per hari. Keputusan itu buat mengerek harga minyak anjlok sejak pertengahan 2014.

Sebelum mengikuti pertemuan OPEC di Wina itu, Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih bilang negaranya siap menerima kesepakatan pengurangan produksi. OPEC menghasilkan sepertiga dari keseluruhan produksi minyak dunia.

"Saya pikir ini hari baik bagi pasar minyak, industri ... dan seharunya juga hari bagus buat perekonomian global," kata Falih kepada wartawan seusai keputusan itu keluar. "Saya kira kesepakatan itu bakal menggenjot pertumbuhan ekonomi dunia."

Dengan kesepakatan itu, Arab Saudi akan memotong produksinya hampir 0,5 juta barel tiap hari. Sedangkan Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar secara keseluruhan mengurangi 0,3 juta barel.

Irak, tadinya berkukuh meminta kuota produksi lebih tinggi untuk mendanai perang melawan milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), secara tidak terduga bersedia menurunkan produksinya sampai 0,2 juta barel sehari.

Iran tetap diizinkan menggenjot produksi minyaknya sedikit lebih tinggi ketimbang level bulan lalu. Negara Mullah ini beralasan perlu meningkatkan pasar minyak mereka setelah baru bebas dari sanksi ekonomi Barat Januari tahun ini.

Qatar, kini menjadi presiden OPEC, mengungkapkan produsen minyak non-OPEC juga bersedia mengurangi produksi mereka hingga 0,6 juta barel per hari, di mana Rusia menyumbang pengurangan produksi minyak sekitar 0,3 juta barel. Keputuan Rusia ini yang pertama dalam 15 tahun terakhir.
 Azerbaijan dan Kazakhstan juga sepakat ikut dalam keputusan ini.

Alhasil, total pengurangan produksi minyak oleh OPEC dan non-OPEC sekitar 1,8 juta barel per hari. Kesepakatan ini berlaku mulai Januari 2017.

Menteri Energi, Industri dan Suymber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Lobi Putin dan kesepakatan OPEC

Indonesia membekukan keanggotaannya di OPEC.

Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali an-Naimi. (BBC)

Arab Saudi dan Rusia sepakat tetapkan batas produksi minyak

Level produksi Januari tahun ini menjadi batas produksi selanjutnya.

Emir Kuwait Syekh Sabah al-Ahmad as-Sabah. (The Iran Project)

Kuwait prediksi defisit melonjak hampir 50 persen

Kementerian Keuangan memperkirakan pendapatan negara sebesar 7,4 miliar dinar dan belanja 18,9 miliar dinar.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (George Mathew/Flickr)

Anggota kabinet Bahrain dapat BMW baru meski defisit membengkak

Defisit anggaran Bahrain tahun ini dan tahun depan membengkak menjadi Rp 184,3 triliun.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR