bisnis

Arab Saudi akan alami resesi ekonomi tahun depan

IMF sudah memprediksi Arab Saudi mengalami defisit anggaran selama 2015-2020.

04 Desember 2016 15:22

Arab Saudi bakal mengalami resesi ekonomi tahun depan, yang pertama sejak 1999, menurut hasil analisa dari BMI Research.

BMI Research menyebutkan pertumbuhan sektor non-minyak di negara Kabah itu akan terus melambat lantaran pemerintah melaksanakan konsolidasi keuangan, untuk mengatasi dampak buruk dari melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Seperti negara Arab produsen minyak lainnya, Saudi juga mengalami defisit akibat anjloknya harga emas hitam itu. IMF (Dana Moneter Internasinal) sudah memprediksi Arab Saudi mengalami defisit anggaran selama 2015-2020.

Buat mengatasi hal ini, Riyadh mengambil sejumlah kebijakan berani, termasuk mencabut subsidi energi dan melakukan privatisasi.

Alhasil, perekonomian Saudi diperkirakan turun hingga 0,2 persen pada 2017, penurunan pertama sejak 1999, dibanding pertumbuhan 0,8 persen tahun ini.

Laporan BMI Research itu menyatakan produksi minyak Saudi juga akan turun sesuai kesepakatan OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) dicapai pekan ini dalam pertemuan di Ibu Kota Wina, Austria.

Pemerintah Saudi September lalu mengumumkan pemotongan gaji pegawai negeri dan penundaan sejumlah proyek infrastruktur. BMI Research memperkirakan langkah-langkah berani semacam itu akan berlanjut tahun depan.

Helikopter nirawak jenis VRT 300 buatan VR-Technologies, produsen helikopter dan pesawat nirawak asal Rusia. (vrtech.aero)

UEA beli 50 persen saham perusahaan produsen helikopter asal Rusia

UEA berencana membeli seratus helikopter VRT 300 dan VRT 500 untuk armada kepolisiannya.

Ladang gas Leviathan milik Israel di Laut Mediterania. (Albatross)

Mesir dan Israel sepakat bangun jaringan pipa gas hubungkan kedua negara

Israel mulai menghasilkan gas dari Leviathan pada Desember 2019 dan sejak Januari tahun lalu mengekspor ke Mesir.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu beepose bareng tamunya Menteri Perminyakan Mesir Tariq al-Mulla (kiri) dan Menteri Energi Israel Yuval Steinitz di Yerusalem, 21 Februari 2021. (Kobi Gideon/GPO)

Pertama sejak 2016, pejabat senior Mesir kunjungi Israel

Lawatan Tariq al-Mulla itu untuk membahas kerjasama energi antara kedua negara.

Pesawat Flydubai, maskapai asal Dubai, Uni Emirat Arab. (Business Traveller)

Sedari normalisasi, nilai perdagangan Dubai-Israel Rp 3,8 triliun

Dua pertiganya adalah ekspor Dubai ke Israel.





comments powered by Disqus