bisnis

Perusahaan Saudi ambil alih 390 gerai McDonald's di Singapura dan Malaysia

Lionhorn, dipimpin oleh Syekh Fahad dan Abdurrahman Alireza, merupakan pemilik waralaba atas hampir seratus restoran McDonald's di wilayah barat dan selatan Arab Saudi.

04 Desember 2016 23:30

McDonald's telah menyelesaikan proses penjualan hak waralaba atas jaringan restorannya di Singapura dan Malaysia kepada perusahaan asal Arab Saudi, Lionhorn Pte Ltd.

Jaringan restoran cepat saji dari Amerika Serikat ini bilang pihaknya telah menyerahkan kepemilikan 390 gerai McDonald's di kedua negara itu kepada Lionhorn Kamis lalu.

Lionhorn, dipimpin oleh Syekh Fahad dan Abdurrahman Alireza, merupakan pemilik waralaba atas hampir seratus restoran McDonald's di wilayah barat dan selatan Arab Saudi.

McDonald's tidak membuka berapa nilai transaksi penjualan hak waralaba di Singapura dan Malaysia itu.  

Kesepakatan dengan Lionhorn ini merupakan bagian dari rencana McDonald's untuk menggandeng rekanan di Asia. McDonald's kini telah menjual hak waralaba sekitar 1.300 restorannya di seluruh dunia. Mereka menargetkan 95 persen gerai McDonald's bakal terjual pada akhir 2018.  

Pompa bensin ADNOC. (Gulf Business)

ADNOC buka pompa bensin pertama di Arab Saudi

Arab Saudi memberikan izin operasi bagi ADNOC April lalu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berlakukan sistem jalan tol mulai 2020

Dubai menjadi satu-satunya wilayah di kawasan Arab Teluk menerapkan sistem jalan tol.

Dermaga kapal tanker Nakilat-Keppel di ladang gas Ras Laffan, Qatar. (arabianoilandgas.com)

Qatar akan keluar dari OPEC pada 1 Januari 2019

Negara Arab supertajir ini ingin berfokus untuk meningkatkan produksi gasnya dari 77 juta ton menjadi seratus juta ton per tahun.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman beli aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel seharga US$ 55 juta

Dalam sebuah pertemuan, perwakilan Israel menolak permintaan Arab Saudi untuk membongkar identitas pengguna sebuah akun Twitter antirezim.





comments powered by Disqus