bisnis

Qatar hapus sistem kafala

Sesuai undang-undang baru, kebebasan tenaga kerja asing dilindungi, termasuk berhak berganti pekerjaan.

13 Desember 2016 23:11

Qatar kemarin secara resmi mengumumkan berakhirnya sistem kafala. Negara Arab Teluk ini mengklaim penghapusan kafala ini merupakan reformasi sektor buruh terbesar pernah mereka lakoni.

Dalam jumpa pers di Ibu Kota Doha, Menteri Tenaga Kerja Qatar Isa bin Saad al-Jafali an-Nuaimi menjelaskan sistem baru berbasis kontrak berlaku mulai hari ini bagi sekitar 2,1 juta pekerja asing di negara itu. "Undang-undang baru ini langkah terakhir diambil untuk memajukan dan melindungi hak-hak tiap ekspatriat bekerja di Qatar," kata Nuaimi.   

Berdasarkan sistem kafala, semua ekspatriat di Qatar memerlukan sponsor lokal, individu atau perusahaan, dan membutuhkan izin mereka untuk pindah kerja atau meninggalkan Qatar.

Namun sesuai undang-undang baru, kebebasan tenaga kerja asing dilindungi, termasuk berhak berganti pekerjaan. Siapapun ekspatriat diperlakukan semena-mena, otomatis dia dibolehkan mencari pekerjaan lain.

Visa keluar secara formal diperlukan untuk meninggalkan Qatar di bawah sistem kafala, akan dihapus. Meski begitu, ekspatriat masih membutuhkan izin dari bosnya buat pergi dari negara itu.

Komite banding mulai bekerja hari ini, dibentuk untuk menangani masalah pekerja asing dilarang untuk meninggalkan Qatar.

Majikan menahan paspor pekerja bisa didenda 25 ribu riyal (US$ 6.800), naik dari 10 ribu riyal saat kafala berlaku.

Sistem kafala sudah lama dikritik beragam organisasi hak asasi manusia. Sorotan kian tajam setelah Qatar terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, lantaran banyak buruh migran terlibat dalam pengerjaan proyek infrastruktur bakal dipakai dalam turnamen sepak bola paling bergengsi itu.

Para pengkritik menyebut sistem kafala telah menyebabkan buruh asing bekerja seperti budak, diperlakukan semena-mena dengan kondisi memprihatinkan.

Syekh Mansur bin Zayid an-Nahyan, pemilik Manchester City. (Luxatic)

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

Pompa bensin ADNOC. (Gulf Business)

ADNOC buka pompa bensin pertama di Arab Saudi

Arab Saudi memberikan izin operasi bagi ADNOC April lalu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berlakukan sistem jalan tol mulai 2020

Dubai menjadi satu-satunya wilayah di kawasan Arab Teluk menerapkan sistem jalan tol.

Dermaga kapal tanker Nakilat-Keppel di ladang gas Ras Laffan, Qatar. (arabianoilandgas.com)

Qatar akan keluar dari OPEC pada 1 Januari 2019

Negara Arab supertajir ini ingin berfokus untuk meningkatkan produksi gasnya dari 77 juta ton menjadi seratus juta ton per tahun.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR