bisnis

Iran berencana bangun kilang, bendungan, dan pembangkit listrik di Indonesia

"Saya yakin kunjungan kali ini akan membuka era baru, hubungan lebih baik lagi antara Indonesia dan Iran," kata Joko Widodo.

15 Desember 2016 21:38

Pemerintah Iran berkomitmen membangun kilang minyak, bendungan, dan pembangkit listrik di Indonesia. Hal ini dicapai dalam pertemuan bilateral kemarin antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Iran di Istana Jumhuri di Ibu Kota Teheran.

Kedua pemimpin sepakat meningkatkan kerja sama. Joko Widodo mengatakan kerja sama kedua negara memiliki potensi besar. "Saya yakin kunjungan kali ini akan membuka era baru, hubungan lebih baik lagi antara Indonesia dan Iran," kata Joko Widodo dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan.

Joko Widodo bilang fokus kerja sama Indonesia dan Iran kali ini adalah di sektor energi dan diyakini akan menguntungkan Indonesia. Dengan mendapat harga yang rendah, pembelian LPG dari Iran dianggap lebih ekonomis. Untuk 2017, Iran telah sepakat memasok lebih dari 500.000 metrik ton LPG ke Indonesia.

Dia menambahkan Teheran berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia. Negara Mullah itu berencana membangun kilang minyak di Jawa Timur dan pembangkit listrik bergerak berkapasitas lima ribu megawatt. Kilang bakal dibangun berkapasitas 300 ribu barel sehari dengan nilai investasi US$ 5 miliar.

"Ada satu patungan akan dijalankan untuk membangun kilang atau pengolahan minyak mentah menjadi minyak jadi di daerah Jawa Timur antara perusahaan minyak Iran dengan pihak swasta di Indonesia," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, ikut dalam kunjungan kenegaraan presiden ke Iran.

Kedua negara juga membahas kemungkinan kerja sama pengelolaan dua ladang minyak di Ab Teymura dan Masuri. PT Pertamina (Persero) dan National Iranian Oil Company (NIOC) Agustus lalu menandatangani nota kesepahaman untuk melakukan studi pendahuluan terhadap kedua lapangan minyak raksasa di Iran itu.

Presiden Iran Hasan Rouhani menyambut baik usulan pemerintah Indonesia terkait pengelolaan ladang minyak di Iran. Dia membuka peluang dan mempersilakan Indonesia untuk aktif dan berpartisipasi dalam industri minyak dan gas Iran. "Kami siap untuk berpartisipasi dalam pembangunan pembangkit listrik, bendungan, saluran air, serta berbagai bantuan teknis kepada Republik Indonesia," tutur Rouhani.

Dia menganggap kerja sama di sektor energi antara kedua negara bersifat strategis. Iran menyatakan kesiapannya memenuhi kebutuhan Indonesia dalam bidang energi, mulai minyak bumi, LPG, atau produk sampingan dari industri tersebut.

Dalam kunjungan ke Iran, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Thomas Trikasih Lembong, dan Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Muliaman D. Hadad.

Joko Widodo juga mengajak Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, serta 60 pengusaha dan CEO.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Perusahaan UEA beli tiga ton emas dari Venezuela

Pembelian itu dilakukan pada 21 Januari lalu.

Mata uang riyal Arab Saudi. (Arab News)

Bank sentral Saudi dan UEA akan bikin mata uang digital bersama

Mata uang digital diberi nama Abir itu rencananya keluar pada kuartal terakhir tahun ini.





comments powered by Disqus