bisnis

Iran kurangi pesanan Airbus

Nilai kontrak pembelian pesawat Airbus oleh Iran tidak akan lebih dari US$ 10 miliar.

19 Desember 2016 18:03

Iran Air, maskapai milik pemerintah Iran, kemarin membenarkan pihaknya mengurangi pesanan pesawat penumpang dari Airbus menjadi seratus unit saja.

"Meski nilai nominal kontrak untuk 118 pesawat Airbus telah diumumkan senilai US$ 25 miliar, pesanan atas A380 telah dibatalkan," kata CEO Iran Air Farhad Parvaresh, seperti dilansir kantor berita resmi IRNA. "Jadi nilai kontrak pembelian pesawat Airbus tidak akan lebih dari US$ 10 miliar."

Dalam kunjungan Presiden Iran Hasan Rouhani ke Prancis - merupakan lokasi pabrik Airbus - Januari lalu, negara Mullah itu awalnya memesan 118 pesawat Airbus senilai US$ 27 miliar.

Menteri Transportasi Iran Abbas Akhoundi kemarin bilang finalisasi pembelian Airbus bakal dicapai paling lambat Jumat pekan ini.

Iran pekan lalu meneken perjanjian pembelian 80 pesawat penumpang Boeing seharga US$ 16,6 miliar.

Pesawat milik maskapai Iran Air di Bandar Udara Internasional Imam Khomeini di Ibu Kota Teheran, Iran, 6 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Boeing tidak akan kirim 110 pesawat pesanan Iran

Nilainya sekitar US$ 20 miliar.

Pesawat Aseman Airlines asal Iran. (Commons.Wikimedia)

Aseman Airlines asal Iran teken perjanjian final untuk membeli 30 Boeing 737

Total pesawat akan dibeli 60 senilai US$ 3 miliar.

Pesawat milik maskapai Iran Air di Bandar Udara Internasional Imam Khomeini di Ibu Kota Teheran, Iran, 6 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Iran Air teken kontrak pembelian 20 ATR

Sesuai kesepakatan, IranAir juga bisa menambah lagi pesanan 20 pesawat ATR.

Pesawat Aseman Airlines. (Wikimedia Commons)

Maskapai Iran teken kontrak pembelian 30 pesawat Boeing seharga US$ 3 miliar

Uni Eropa Desember tahun lalu melarang Aseman terbang di wilayah udara mereka karena tidak memenuhi standar keamanan internasional.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Aktivis Saudi serukan boikot semua produk Turki

Para aktivis Arab Saudi itu menegaskan kampanye boikot produk Turki ini untuk menghukum Erdogan lantaran terlalu mencampuri urusan dalam negeri Saudi.

18 Desember 2018

TERSOHOR