bisnis

Pendatang haram di negara Syam

Ada tiga sindikat pengirim tenaga kerja Indonesia ilegal ke Suriah, yakni UD, EV, dan AKR.

22 Desember 2016 09:31

Jumat dua pekan lalu adalah terakhir kali KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Damaskus, Suriah, memulangkan sebelas tenaga kerja perempuan ke tanah air. Mereka diterbangkan dari Ibu Kota Beirut ke Jakarta.

Ini merupakan gelombang pemulangan warga negara dan tenaga kerja Indonesia ke-282 sejak perang meletup di negara Syam itu pada 2011. Hingga kini, masih terdapat 22 tenaga kerja Indonesia di tempat penampungan KBRI Damaskus.  

Pelaksana Konsuler KBRI Damaskus Makhya Suminar meminta kesebelas perempuan itu untuk tidak lagi menjadi tenaga kerja di luar negeri, terutama Timur Tengah. "Agar tidak tergiur iming-iming agen atau sponsor untuk diterbangkan kembali bekerja Timur Tengah, karena hanya akan berakhir pada permasalahan berkepanjangan di tempat penampungan KBRI Damaskus," katanya saat melepas kepulangan mereka.

Sebelas perempuan itu memang korban perdagangan orang tujuan Suriah. Menurut Pelaksana Penerangan KBRI Damaskus A.M. Sidqi, selama tahun ini saja pihaknya sudah memulangkan 347 warga Indonesia, termasuk 112 korban perdagangan manusia.

"Repatriasi dari Suriah tidak jelas kapan berakhir karena korban perdagangan manusia terus dikirim hingga detik ini," ujar Sidqi. Dia menambahkan selama 2012-2016, KBRI Damaskus telah memulangkan 12.336 warga Indonesia dan 240 lainnya tenaga kerja ilegal.

Dia memperkirakan repatriasi warga Indonesia dari Suriah menurun tahun depan, namun pendatang haram asal Indonesia masuk ke negara itu bakal bertambah. Alasannya ada perbedaan persepsi antara kedua negara. Suriah menolak menghentikan secara permanen pengiriman tenaga kerja Indonesia karena mereka dianggap legal: mendapat visa kerja, izin tinggal, dan kontrak.

Sidqi menjelaskan ada tiga sindikat pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Suriah, yakni sindikat UD (eks Bungawati), Evi, dan AKR merupakan warga negara Suriah. Dari tiap calon tenaga kerja tujuan Suriah itu, ketiga sindikat ini rata-rata mengutip biaya US$ 9 ribu.  

UD adalah adik dari Bungawati kini sedang menjalani proses pengadilan di Jakarta. "Bungawati sudah divonis dua tahun penjara dan mengajukan banding," tutur Sidqi. Tapi sampai sekarang Bungawati belum ditahan.

Sindikat dipimpin UD sudah beroperasi selama dua tahun, melanjutkan yang sudah dikerjakan Bungawati. Dia bekerja sama dengan Iyad Mansyur atau Mario, wwarga negara Yordania. Jalur pengirimannya dari Batam- Kuala Lumpur - Istanbul/Muskat - Beirut - Damaskus.

Sindikat Evi sudah berjalan sekitar tiga tahun dan bekerja sama dengan Fadi Jumah, warga negara Suriah. Jalur pengirimannya dari Batam - Kuala Lumpur - Amman - Damaskus.

Komplotan AKR sudah berjalan dua tahunan dan bekerja sama dengan Basam Zayyut, juga warga negara Suriah. Jalur pengirimannya dari Batam - Singapura - Guangzhou - Dubai - Damaskus.

Sidqi menambahkan tempat penampungan di Kota Aleppo masih dibuka dan sekarang dihuni empat tenaga kerja Indonesia. Sebagian besar tenaga kerja Indonesia di Aleppo tidak bisa dilacak karena merupakan pendatang haram.

"KBRI Damaskus ini kerjaannya cuci piring kotor, nggak selesai-selesai," kata Sidqi. "Hasil dari pestanya para sindikat di Indonesia."   

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus