bisnis

Pertamina dan Aramco bikin perusahaan patungan garap kilang Cilacap

Pertamina menguasai 55 persen saham dan sisanya milik Aramco.

23 Desember 2016 02:28

PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco sepakat membentuk perusahaan patungan untuk mengembangkan kilang di Cilacap, Jawa Tengah. Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan CEO Saudi Aramco Amin Nasir kemarin menandatangani kesepakatan proyek senilai US$ 5 miliar itu di Jakarta.

Pertamina tetap memegang kendali mayoritas dalam perusahaan patungan itu, yakni 55 persen, sedangkan sisa saham dimiliki Aramco. Susunan direksi meliputi tiga direktur dari Pertamina dan dua lagi perwakilan Aramco. "Ini kado dari Saudi Aramco ke kita, mereka menantang kilang bisa selesai 2021,"  kata Dwi dalam konferensi pers di kantornya.

Dwi menjelaskan kemitraan dengan produsen minyak terbesar di dunia itu untuk menambah kapasitas Kilang Cilacap dari 348 ribu barel menjadi 400 ribu barel sehari.

Perjanjian itu awalnya ditargetkan ditandatangani bulan lalu sebab kedua pihak sudah menyepakati Head of Agreement pada 26 November 2015. Dwi mengungkapkan empat poin telah disepakati sejak akhir November lalu adalah pasokan minyak mentah, kontrol manajemen, lifting, dan valuasi aset.

Dengan kesepakatan itu, pihaknya yakin proyek bisa berjalan dan selesai pada 2021 atau lebih cepat setahun dari target semula. "Awalnya proyek ini selesai 2022 tapi dalam rapat terakhir CEO Saudi Aramco Amin Nasir menantang tim dan berkomitmen untuk menyelesaikan di 2021," ujar Dwi.

Untuk menyelesaikan proyek lebih cepat, dia menjelaskan pihaknya harus memulai persiapan lahan pada 2017, dilanjutkan dengan tahap pendefinisian proyek (front end engineering design/FEED) selama setahun. Kemudian konstruksi fisik dilakukan pada 2019.

Sesuai perjanjian, Aramco bakal memasok minyak mentah hingga 270 ribu barel per hari dan sisanya 130 ribu barel disuplai Pertamina.

Melalui proyek tersebut, Kilang Cilacap akan menghasilkan tambahan produk berupa bensin sebesar 80 ribu barel, solar 60 ribu barel, dan avtur 40 ribu barel sehari dengan standar emisi Euro 5. Unit produksi bahan bakar minyak pun akan terhubung dengan unit produksi pelumas dan petrokimia.

Dalam kesempatan sama, Direktur Megaproyek Kilang dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi bilang Head of Agreement proyek penambahan kapasitas kilang di Dumai dan Balongan dengan Aramco tidak diperpanjang. Alhasil, Pertamina harus melakukan kajian apakah akan melanjutkan proyek sendiri seperti pada kilang di Balikpapan atau mencari mitra baru.

"Head of Agreement dengan Saudi Aramco untuk Balongan dan Dumai sudah berakhir 26 November 2016," tuturnya. 

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Saudi Gazette)

Aramco raup laba Rp 434 triliun di kuartal ketiga tahun ini

Raihan laba itu lebih dari dua kali lipat ketimbang perolehan laba di periode serupa tahun lalu, yakni US$ 11,8 miliar.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Saudi akan rampungkan proyek penambahan kapasitas produksi satu juta barel pada 2027

Aramco berencana memperluas bisnis perdagangan minyaknya menjadi delapan juta barel tiap hari dalam lima tahun mendatang.

Saudi Aramco. (Saudi Gazette)

Aramco raup laba bersih Rp 367 triliun di kuartal kedua

Kalau dilihat dari semester pertama tahun ini, laba bersih Aramco meningkat 103 persen dibanding periode serupa tahun tahun lalu, yakni Rp 679,6 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

Aramco sepakati penjualan saham perusahaan jaringan pipa minyaknya senilai Rp 179,7 triliun dengan konsorsium EIG

Menurut EIG, kontrak ini memiliki total nilai ekuitas sekitar US$ 25,3 miliar.





comments powered by Disqus