bisnis

Parlemen Kuwait serukan deportasi seratus ribu ekspatriat setahun

Ekspatriat terbesar dideportasi tahun lalu dari India.

09 Januari 2017 10:40

Parlemen Kuwait menyerukan deportasi sejuta ekspatriat dalam 5-10 tahun mendatang atau rata-rata seratus ribu setahun dengan alasan keamanan, ekonomi, dan sosial.

Sumber-sumber keamanan mengungkapkan Kuwait tahun lalu mendeportasi sekitar 29 ribu pekerja asing. Mereka dideportasi karena beragam kasus, mulai pelanggaran lalu lintas hingga kejahatan.

Sejumlah laporan menyebutkan sebagiab ekspatriat divonis deportasi masih ditahan satu atau dua bulan karena masih terbelit klaim keuangan dan kewajiban, termasuk menghadiri sidang, seperti dila sir surat kabar Al-Qabas.

Sumber-sumber keamanan menyebutkan manajemen penjara deportasi biasanya membelikan tiket pulang bagi pekerja asing bakal dideportasi.

Sebanyak 26 persen dari 29 ribu ekspatriat dideportasi tahun lalu berasal dari India, Mesir (22 persen), Filipina (13 persen), Ethiopia (13 persen), Sri Lanka (6 persen), dan Bangladesh (5 persen).

"Sebanyak 80 persen dari ekspatriat dideportasi dari enam negara ini," kata sumber-sumber tersebut.

Anggota parlemen Walid at-Tabtabai bilang pemerintah mesti meningkatkan jumlah warga negara hingga setengah dari total penduduk Kuwait dan mengurangi sepuluh persen pekerja asing saban tahun.

 

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Perusahaan UEA beli tiga ton emas dari Venezuela

Pembelian itu dilakukan pada 21 Januari lalu.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Dalam tujuh tahun, Kuwait akan kurangi 1,5 juta ekspatriat

Pemerintah Kuwait berencana mengurangi jumlah warga asing menjadi 25 persen dari total penduduk di negara Arab Teluk itu.





comments powered by Disqus