bisnis

UEA sebut terlalu dini memperpanjang kesepakatan pembatasan produksi minyak

Kesepakatan pembatasan produksi dibuat karena harga minyak sudah mendekati titik impas.

12 Januari 2017 11:56

Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA) Suhail bin Muhammad al-Mazrui menilai terlalu dini untuk memutuskan memperpanjang kesepakatan pembatasan produksi minyak global untuk enam bulan selanjutnya.

Mazrui bilang perlu ada persaingan dalam pasar minyak. Dia menekankaan usaha untuk memperbaiki pasar agar tercapai harga tertentu tidak akan berhasil.

"Kami bukan sebuah kartel. Kami tisak menyasar harga tertentu," kata Mazrui kemarin dalam sebuah konferensi imdustri minyak di Ibu Kota Abu Dhabi, UEA. Dia menambahkan harga minyak US$ 50 sebarel adil bagi jenis minyak tertentu tapi tidak buat minyak jenis lain.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) dan negara-negara non-OPEC Desember lalu menyetujui pembatasan produksi minyak mulai Januari tahun ini. Kesepakatan itu berlaku hingga Juni mendatang.

Pembatasan ini adalah upaya untuk mengerek kembali harga minyak mentah global, anjlok sejak pertengahan 2014.

Mazrui menjelaskan negara-negara penghasil minyak mengintervensi pasar melalui kesepakatan pembatasan produksi karena harganya sudah mendekati titik impas.

Ketika ditanya apakah negara-negara produsen akan tetap berkomitmen pada kesepakatan itu bila harga minyak sudah naik, Mazrui menjawab: "Kami membuat kesepakatan itu bukan untuk mencapai harga tertentu...Kami menyepakati itu untuk keberlangsungan industri."

 

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Arab Saudi kurangi ekspor minyak 500 ribu barel bulan depan

Belum ada konsensus untuk mengurangi produksi minyak tahun depan.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arab News)

OPEC dan produsen non-OPEC setuju untuk tidak naikkan produksi minyak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka meminta OPEC membantu menurunkan harga minyak mentah global dengan mengurangi produksi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi perlu harga minyak US$ 85 sebarel agar tidak defisit

Riyadh berencana menghilangkan defisit anggaran paling lambat 2023.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi sokong perpanjangan kesepakatan pembatasan produksi minyak

Perjanjian ini mulanya berlaku selama Januari hingga Juni 2017, namun diperpanjang sampai Maret 2018.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR